Antrean Solar Mengular di SPBU Malalayang, Sopir Rela Menginap

  • 14 Sep 2026 17:56 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi masih menjadi persoalan di Sulawesi Utara. Pemandangan antrean yang mengular ini salah satunya terlihat di SPBU Malalayang, Kota Manado, Senin, 14 September 2026.

Kondisi tersebut memaksa para pengemudi armada logistik bertahan hingga berjam-jam. Sejumlah sopir bahkan mengaku terpaksa menginap di kawasan SPBU demi memastikan kendaraan mereka mendapatkan pasokan BBM.

Salah satu sopir angkutan, Noldi, mengungkapkan bahwa dirinya sudah mengantre di SPBU Malalayang sejak Minggu, 13 September 2026, malam sekitar pukul 20.00 WITA. Langkah ini diambil karena ia khawatir kehabisan pasokan solar jika harus meninggalkan antrean.

Salah satu sopir angkutan, Noldi, saat mengantre di SPBU Malalayang, Senin, 14 September 2026.

"Tadi malam sekitar jam 8 lewat sudah antre. Soalnya masih ada jual Pertalite, masih mau jual," kata Noldi.

Ia menegaskan bahwa kondisi ini sangat mengganggu aktivitas kerjanya sehari-hari karena ketergantungan pada ketersediaan BBM jenis solar.

"Oh terganggu. Soalnya kalau sudah tidak ada solar, tidak ada apa-apa, padahal ini mau pakai mobil untuk kerja," ujar Noldi.

Noldi menambahkan, kelangkaan solar tidak hanya terjadi di SPBU Malalayang, melainkan merata di hampir seluruh SPBU sepanjang jalur lintasan Manado hingga Bitung. Ia berharap pemerintah segera membenahi sistem distribusi ini.

"Harapan ke pemerintah bagaimana mau atur sebaiknya supaya tidak begini, terlalu susah cari solar," katanya berharap.

Sementara itu, Pengawas SPBU Malalayang, Novel, menjelaskan bahwa pasokan solar di tempatnya sebenarnya dalam kondisi aman dengan penyaluran harian mencapai 8 ton atau 8.000 liter. Lonjakan antrean terjadi akibat penumpukan konsumen dari wilayah lain.

Pengawas SPBU Malalayang, Novel, saat dijumpai, Senin, 14 September 2026.

"Kalau pasokan aman, tiap hari masuk 8 ton. Sebagian SPBU lain seperti Winangun atau Tambala sedang ada pembinaan, jadi konsumen banyak yang beralih ke mari, ke Malalayang," ujarnya.

Guna memastikan penyaluran tepat sasaran, pihak SPBU menerapkan pengawasan ketat. Petugas melakukan pemeriksaan fisik tangki, kesesuaian STNK, hingga pemindaian barcode digital.

"Kalau barcode-nya sudah kuning atau terdeteksi sudah pernah mengisi di SPBU lain, sudah tidak bisa kita layani," kata Novel.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Di tengah antrean yang masih terjadi, para sopir berharap adanya langkah konkret dari pemerintah dan pihak terkait agar distribusi solar kembali lancar dan tidak mengganggu mobilitas logistik warga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....