Kanwil Kemenkum Sulut Gelar Sosialisasi Penanganan Benturan Kepentingan
- 10 Sep 2026 17:00 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Utara menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Benturan Kepentingan yang bertempat di Aula Sam Ratulangi Kantor Wilayah. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih serta meningkatkan kesadaran jajaran pegawai terhadap potensi pelanggaran integritas dalam pelaksanaan tugas dan fungsi kedinasan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Utara, Hendrik Pagiling. Dalam sambutannya, Hendrik menegaskan bahwa isu benturan kepentingan merupakan hal krusial yang memerlukan perhatian serius dari seluruh jajaran. Pemahaman mengenai potensi, risiko, dampak, hingga langkah pencegahan dan penanganan situasi tersebut sangat penting dipahami demi mewujudkan lingkungan kerja yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Lebih lanjut, Kakanwil mengimbau para pegawai agar mampu mengenali dan mengidentifikasi potensi benturan kepentingan sejak dini sehingga tindakan yang merugikan kepercayaan publik dapat dihindari.
Ia menekankan bahwa integritas tidak hanya diuji saat kondisi aman, melainkan ditunjukkan melalui keberanian untuk bersikap jujur, terbuka, dan bertanggung jawab ketika dihadapkan pada situasi yang berpotensi menimbulkan benturan kepentingan demi mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi.
Kegiatan ini menghadirkan Inspektur Wilayah I, Morina Harahap, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya yang bertajuk Penguatan Tata Kelola dan Harmonisasi Organisasi, Morina menekankan prinsip "Satu Organisasi Satu Tujuan" di mana kepentingan organisasi harus selalu ditempatkan di atas kepentingan individu melalui pemahaman peran, kewenangan, dan tanggung jawab yang jelas.
Selain itu, Morina menyampaikan materi mengenai pentingnya membangun trust atau kepercayaan di lingkungan kerja melalui lima pilar utama, yaitu keterbukaan, konsistensi, keteladanan, objektivitas, dan komunikasi. Ia juga mengingatkan seluruh jajaran untuk senantiasa fokus pada penyelesaian masalah (solution-oriented) berdasarkan fakta, data, dan ketentuan yang berlaku, serta menghindari sikap saling menyalahkan maupun penilaian pribadi yang tidak berdasar.
Dalam materi terkait efektivitas komunikasi, dijelaskan bahwa komunikasi berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan pimpinan dan jajaran. Pimpinan berperan memberikan arah, mendengarkan masukan, memberikan keteladanan, dan mengambil keputusan.
Sementara itu, jajaran bertugas menyampaikan informasi, memberikan masukan, melaksanakan tugas, serta memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan organisasi.
Sesi pemaparan ditutup dengan pesan khusus dari Inspektur Wilayah I untuk seluruh jajaran. Bagi pimpinan, pesan utama yang ditekankan adalah memberikan arah, mendengarkan, meneladankan, serta membangun suasana kondusif. Sedangkan bagi jajaran pegawai, pesan difokuskan pada kewajiban memberikan dukungan, memberikan masukan konstruktif, menjalankan tugas dengan baik, serta senantiasa menjaga integritas.
Melalui sosialisasi ini, seluruh peserta diharapkan dapat menerapkan materi yang didapat dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....