BMKG: Badai Siklon Filipina Picu Angin Kencang di Sulawesi Utara
- 26 Agt 2026 14:32 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Kepala Stasiun Klimatologi Sulawesi Utara, BMKG, Aris Yunatas menyebut badai siklon tropis Filipina memicu angin kencang di Sulut. Menurut Aris, dampak tersebut terasa ketika siklon tropis atau bibit siklon tropis muncul di wilayah Filipina.
“Selain itu juga, selain kebakaran hutan dan ada juga mungkin terasa angin kencang ya di masyarakat sangat terdampak. Karena ada beberapa hari minggu kemarin ada badai siklontropis di Filipina,” ungkap Aris Yunatas dalam dialog rri pada Senin 24 Agustus 2026.
Aris menjelaskan keberadaan siklon tropis Filipina dapat memengaruhi kondisi angin di Sulawesi Utara. Fenomena tersebut menyebabkan hembusan angin kencang yang dapat dirasakan masyarakat pada wilayah terdampak.
"Apabila terjadi siklontropis atau munculnya bibit siklontropis di wilayah Filipina itu sangat terasa atau berdampak angin kencang di wilayah Sulawesi Utara," katanya mengungkapkan.
Kondisi angin tersebut turut berdampak terhadap sejumlah rumah masyarakat dengan konstruksi semi permanen. Hembusan angin yang cukup kencang menyebabkan beberapa bangunan masyarakat mengalami kerusakan.
"Mungkin ada beberapa masyarakat yang mungkin rusak ya dari rumahnya yang semi-permanen karena anginnya cukup kencang berhembus sehingga ini menjadi kewaspadaan di musim kemarau ditambah lagi dengan angin kencang untuk wilayah Sulawesi Utara," katanya lagi.
Selain kerusakan bangunan, kondisi tersebut menjadi perhatian selama periode musim kemarau berlangsung. Masyarakat Sulawesi Utara menghadapi potensi angin kencang bersamaan dengan kondisi kemarau.
Aris menyebut kemunculan bibit siklon tropis di Filipina perlu menjadi perhatian wilayah Sulawesi Utara. Pengaruh fenomena tersebut dapat dirasakan melalui perubahan kondisi angin di sejumlah wilayah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....