HUT ke-81 RI, RS Budi Setia Langowan Tampilkan Keberagaman

  • 17 Agt 2026 15:10 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Minahasa - Suasana khidmat sekaligus semarak mewarnai peringatan Detik-Detik Proklamasi ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman RS Budi Setia Langowan. Seluruh peserta upacara tampil mengenakan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia sebagai simbol keberagaman dan persatuan bangsa.

Beragam pakaian adat ditampilkan dalam upacara tersebut, mulai dari Ulee Balang Aceh, Ulos Batak, Baju Bodo Sulawesi, hingga Koteka Papua. Penggunaan busana adat tersebut menjadi pesan visual mengenai komitmen RS Budi Setia Langowan dalam memberikan pelayanan kesehatan tanpa membedakan latar belakang pasien.

Direktur RS Budi Setia Langowan, dr. James Komaling, M.Kes., mengatakan penggunaan pakaian adat nusantara bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, keberagaman tersebut menjadi gambaran nyata bahwa pelayanan kesehatan harus diberikan secara inklusif kepada seluruh masyarakat.

"Kami sengaja mengarahkan seluruh staf dan dokter untuk memakai baju adat dari berbagai daerah. Ini adalah pesan nyata bahwa kami melayani tanpa memandang suku, agama, dan latar belakang," ujar dr. James.

Ia mengatakan seluruh pasien mendapatkan pelayanan dengan standar medis yang sama tanpa melihat asal daerah maupun kondisi sosial. Menurutnya, pasien dari Manado, Minahasa, Jawa, Tionghoa, hingga masyarakat dari wilayah pedalaman memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan.

Dr. James menilai rumah sakit merupakan salah satu bentuk miniatur Indonesia karena setiap hari mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang. Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi pengingat bahwa semangat Bhinneka Tunggal Ika harus diwujudkan melalui pelayanan kepada pasien.

Menurutnya, kemerdekaan dalam konteks pelayanan kesehatan juga dapat dimaknai sebagai kemudahan masyarakat memperoleh akses kesehatan. RS Budi Setia Langowan saat ini memiliki 118 tempat tidur yang hampir setiap hari terisi penuh dan terus berupaya meningkatkan fasilitas pelayanan.

"Kemerdekaan yang adil adalah ketika masyarakat tidak lagi kesulitan mengakses rumah sakit, baik karena biaya, jarak, maupun perbedaan status sosial," katanya. Ia menegaskan pihak rumah sakit terus berupaya menambah fasilitas serta membuka layanan tanpa diskriminasi.

Selain akses kesehatan, dr. James menilai profesionalisme dan empati tenaga kesehatan menjadi bentuk perjuangan modern. Menurutnya, perjuangan saat ini diwujudkan melalui upaya menghadapi penyakit, keterbatasan fasilitas, serta kebutuhan tenaga kesehatan spesialis.

"Kami mengajak seluruh tenaga kesehatan menjadikan setiap tindakan medis sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa. Bukan hanya soal teknologi canggih, tetapi juga soal senyuman, keramahan, dan ketulusan yang kami berikan kepada setiap pasien," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi untuk memperluas pemerataan pelayanan kesehatan. Menurutnya, rumah sakit membutuhkan dukungan pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta fasilitas kesehatan lainnya dalam menghadapi berbagai tantangan pelayanan.

"Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah, pusat, serta sesama fasilitas kesehatan. Kemerdekaan yang berkelanjutan tercipta ketika kita saling bahu-membahu, bukan berkompetisi secara sempit," kata dr. James.

Menutup rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, dr. James mengajak seluruh insan kesehatan melakukan introspeksi dan terus meningkatkan kualitas pelayanan. Ia berharap semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui pelayanan kesehatan yang profesional, ramah, dan tidak diskriminatif.

"Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-81. Mari kita buktikan bahwa di RS Budi Setia Langowan, semua pasien adalah saudara," pungkasnya. Ia menegaskan RS Budi Setia Langowan siap memberikan pelayanan terbaik demi mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat dan sejahtera.

(Jeff Assa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....