Kadis Pendidikan Sulut Sidak SMKN 6 Manado Terkait Tawuran Pelajar

  • 11 Agt 2026 19:48 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Baru dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara, Yahya Rondonuwu langsung bergerak cepat. Ia memilih turun langsung ke sekolah-sekolah untuk melihat kondisi pendidikan sekaligus mendengar persoalan yang dihadapi guru dan siswa.

SMK Negeri 6 Manado menjadi sekolah kedua yang dikunjungi Yahya setelah SMA Negeri 1 Manado. Didampingi Kepala Bidang SMK Join Entiman , Yahya disambut Kepala SMKN 6 Manado Altje Sasale dan jajaran guru. Dalam pertemuan tersebut, ia memberikan wejangan sekaligus menyuntikkan semangat agar para tenaga pendidik terus memberikan pembinaan terbaik bagi siswa.

Kunjungan ini juga menjadi momentum Yahya untuk menyoroti persoalan tawuran antarpelajar yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu, yang melibatkan siswa SMKN 6 Manado* dan SMKN 2 Manado.

“Ketika kejadian ini muncul di media sosial, beberapa pihak menyampaikan kepada saya. Saat itu juga saya langsung berkoordinasi dan menghubungi pejabat internal terkait,” ujar Yahya, Senin (10/8/2026).

Ia mengaku telah meminta penjelasan langsung dari kepala sekolah SMKN 6 dan SMKN 2 mengenai kronologi, latar belakang, hingga langkah penanganan yang telah ditempuh.

Menurutnya, persoalan tawuran pelajar tidak boleh dianggap insidental. “Bagi saya, kasus-kasus seperti ini walaupun bersifat insidentil, akan berdampak panjang ke depan kalau tidak ditangani. Prosedurnya bagaimana, tindak lanjutnya seperti apa, pembinaannya seperti apa,” tegasnya.

Yahya memastikan penanganan tidak berhenti pada tindakan represif. Jika ditemukan unsur kriminalitas, sekolah harus berkoordinasi dengan kepolisian. Namun pembinaan terhadap siswa tetap menjadi bagian penting.

“Ini kan langkah represif sebenarnya. Kalau dari kronologi kejadian adanya penyerangan, perkelahian, dan yang lebih mengkhawatirkan ketika penyerangan terjadi di sekolah, saya ingin memastikan tidak ada korban, tidak ada yang luka-luka,” katanya.

Ke depan, Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulut akan mendorong langkah pencegahan melalui pendampingan, sosialisasi dan edukasi mitigasi konflik di lingkungan sekolah.

“Jangan sampai terjadi lagi. Terkait dengan cara-cara santun yang coba kita sampaikan, sehingga hal-hal seperti ini minimal berkurang. Bahkan kalau bisa dihindari, tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 6 Manado Altje Sasale mengatakan pihaknya langsung melakukan penelusuran dan penanganan terhadap siswa yang bersangkutan setelah kejadian.

“Kami sangat mengapresiasi atas perhatian Bapak Kepala Dinas Yahya Rondonuwu atas peristiwa ini. Kami juga langsung bergerak cepat menangani permasalahan ini, dengan menelusuri semua aspek keterlibatan siswa, dan kami memang mendapati seorang siswa SMKN 6 yang terlibat dalam tawuran tersebut. Kami langsung melakukan pembinaan, dan menyerahkan permasalahan ini kepada pihak yang berwajib,” jelas Altje.

Diketahui, pada Jumat pagi terjadi penyerangan puluhan siswa SMKN 2 yang melemparkan bebatuan ke kaca dan beberapa bagian sekolah SMKN 6. Akibatnya kaca jendela di salah satu ruang kelas pecah. Hal ini diperkuat keterangan siswa dan warga sekitar.

Altje berharap persoalan ini segera diselesaikan dan berjanji akan memberikan sanksi administratif kepada siswa jika terbukti bersalah.

“Kami telah menyerahkan semuanya kepada pihak Polsek Wanea yang telah datang dan melakukan penyelidikan. Kami berharap semuanya bisa berakhir dengan baik,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....