Rakerda LP3KD Sulut Ditutup, Pastor Moderator: Jangan Takut Melangkah Bersama

  • 10 Agt 2026 15:03 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Provinsi Sulawesi Utara resmi ditutup, pada Minggu 9 Agustus 2026, di Hotel Roger’s Manado. Penutupan ditandai dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin Pastor Moderator LP3KD Sulawesi Utara, RD. Paulus Joseph Mentang.

Misa penutupan menjadi momentum reflektif untuk meneguhkan kembali semangat kebersamaan, pelayanan, dan tanggung jawab LP3KD Sulawesi Utara dalam mempersiapkan Pesparani Katolik Nasional IV Tahun 2027, di mana Sulawesi Utara akan menjadi tuan rumah.

Dalam homilinya, RD. Paulus Joseph Mentang mengajak seluruh peserta Rakerda untuk belajar membaca dan mengenali kehadiran Tuhan bukan hanya dalam pengalaman-pengalaman besar, tetapi juga dalam keheningan dan situasi sederhana kehidupan. Pesan tersebut tercermin dalam bacaan pertama dari 1 Raja-Raja 19:9a, 11-13a, tentang pengalaman Nabi Elia di Gunung Horeb. Tuhan tidak hadir dalam angin besar, gempa, ataupun api, tetapi dalam angin sepoi-sepoi basa, suara yang lembut dan tenang.

Bagi LP3KD, pesan ini menjadi ajakan untuk memiliki kepekaan spiritual. Pekerjaan besar mempersiapkan Pesparani Nasional IV tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan organisasi, program, dan kemampuan teknis. Dibutuhkan pula kemampuan untuk mendengarkan, berdialog, membangun persaudaraan dan mengenali kehendak Tuhan dalam setiap proses.

Sementara itu, bacaan kedua dari Roma 9:1-5 memperlihatkan kepedihan hati Rasul Paulus terhadap bangsanya. Menurut pesan reflektif Pastor Moderator, pengalaman Paulus menunjukkan bahwa pelayanan tidak boleh kehilangan hati. Ada kasih, kepedulian dan tanggung jawab terhadap sesama yang harus menjadi dasar setiap karya.

Pelayanan LP3KD, karena itu, bukan sekadar mengurus sebuah event besar, tetapi merupakan pelayanan iman melalui seni, musik, liturgi, persaudaraan dan kebersamaan umat Katolik. Pesan tersebut semakin kuat melalui Injil Matius 14:22-33, ketika Yesus berjalan di atas air dan berkata kepada para murid: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”

Pesan Injil ini menjadi peneguhan bagi seluruh jajaran LP3KD Sulawesi Utara yang sedang mempersiapkan agenda besar Pesparani Nasional IV Tahun 2027. Tantangan, dinamika organisasi, keterbatasan, bahkan berbagai kemungkinan persoalan ke depan tidak boleh membuat langkah pelayanan berhenti.

“Jangan takut,” menjadi pesan iman yang relevan bagi seluruh peserta Rakerda. Ketika para murid menghadapi gelombang dan angin sakal, Yesus hadir untuk meneguhkan mereka. Demikian pula dalam perjalanan menuju Pesparani Nasional IV, LP3KD dipanggil untuk tetap percaya, bekerja dan berjalan bersama.

Pesan utama Misa penutupan pun menjadi sangat kontekstual: mendengarkan Tuhan dalam keheningan, memiliki hati yang peduli seperti Paulus, serta berani melangkah tanpa takut karena percaya bahwa Kristus hadir dalam perjalanan.

Dengan semangat tersebut, LP3KD Sulawesi Utara melanjutkan langkah menuju Pesparani Nasional IV Tahun 2027: bukan berjalan sendiri-sendiri, melainkan berjalan bersama dalam iman, persaudaraan dan pelayanan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....