Erklika Lab Connect Hadirkan Solusi Hybrid Learning untuk Anak Sekolah
- 05 Agt 2026 17:51 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Roadshow nasional Erklika Lab Connect di Manado dikemas secara interaktif melalui seremoni peluncuran produk, product showcase, presentasi produk, sesi Solutest STEAM Quiz, hingga talkshow inspiratif bertajuk "Creating Meaningful Learning for Future Innovators with Erklika Lab" pada Rabu, 5 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengalaman dan praktik baik penerapan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) di lingkungan sekolah.
Talkshow menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Shahnaz Haque sebagai publik figur dan edukator, Cristy Lontoh sebagai Corporate & Government Trainer, Kepala SD Citra Kasih Manado Windy Wenas, serta Chief Editor Digital Product Penerbit Erlangga Rengganis. Diskusi mengangkat implementasi project-based learning, pengembangan kreativitas, kolaborasi, hingga kemampuan memecahkan persoalan abad ke-21 melalui pemanfaatan Erklika Lab.
Shahnaz Haque mengatakan pembelajaran berbasis praktik menjadi salah satu cara efektif untuk menumbuhkan minat peserta didik terhadap ilmu pengetahuan. Menurutnya, setiap anak memiliki potensi yang dapat berkembang ketika diberikan metode belajar yang sesuai dengan karakter dan gaya belajarnya.

"Penerbit Erlangga percaya tidak ada anak yang bodoh. Yang ada, mereka belum menemukan cara belajar yang membuat mereka tertarik. Melalui praktik, anak-anak akan mengalami langsung proses belajar sehingga lebih mudah memahami ilmu pengetahuan. Ketekunan dan pengalaman akan menjadi bekal penting bagi mereka untuk berhasil serta berguna bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat," ujar Shahnaz.
Ia menambahkan kehadiran Erklika Lab menjadi salah satu solusi untuk menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap sains melalui pengalaman belajar yang lebih menarik, interaktif, dan aplikatif.
Sementara itu, Corporate & Government Trainer, Cristy Lontoh, menilai pembelajaran yang efektif harus diawali dengan rasa ingin tahu yang tinggi dari peserta didik. Menurutnya, teknologi dapat menjadi sarana yang memperkaya proses belajar, namun tetap harus diimbangi dengan kebiasaan belajar yang baik.

"Belajar secara efektif berawal dari rasa penasaran yang tinggi. Teknologi harus dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar, bukan menggantikannya. Saya melihat Erklika Lab menghadirkan pembelajaran digital yang terintegrasi sehingga dapat membantu peserta didik belajar lebih efisien. Harapannya, inovasi ini tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga mempersiapkan generasi yang siap membangun Indonesia," kata Cristy.
Erklika Lab merupakan seri pembelajaran hybrid yang memadukan interactive virtual lab melalui platform erklika.id dengan buku cetak berisi panduan eksperimen dan soal berbasis STEAM. Konsep tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif sekaligus memperkuat pembelajaran berbasis proyek.
Melalui fitur Virtual Lab, peserta didik dapat mengakses berbagai media pembelajaran seperti learning map, mini games, pop-up quiz, video pembelajaran, praktikum interaktif, hingga tabel hasil pengamatan digital. Platform tersebut juga mendukung pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) yang telah tersedia di sejumlah sekolah.
Selain itu, buku Erklika Lab dilengkapi fitur Mind Map Lipat untuk melatih pola pikir sistematis, Product Launchpad sebagai wadah menampilkan hasil karya peserta didik, serta fitur refleksi yang membantu mengembangkan kemampuan evaluasi dan penalaran kritis. Berbagai fitur tersebut diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna sekaligus mendukung lahirnya generasi yang kreatif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....