El Nino Sangat Kuat, BMKG Peringatkan Sulut tanpa Hujan hingga September

  • 05 Agt 2026 14:16 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Stasiun Klimatologi Sulawesi Utara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim kemarau tahun 2026. BMKG memprediksi hampir seluruh wilayah Sulawesi Utara tidak akan diguyur hujan sepanjang Agustus hingga September mendatang.

Kondisi kekeringan ini diperparah oleh fenomena El Nino yang saat ini telah mencapai intensitas sangat kuat, bertepatan dengan masa puncak kemarau daerah.

"Agustus dan September itu curah hujannya diprediksi antara 0 sampai 20 milimeter per bulan. Kondisi di lapangan bahkan bisa 0 milimeter, artinya tidak ada hujan sama sekali," ujar Kepala BMKG Sulut, Aris Yunatas, dalam konferensi pers di Kantor BMKG Stasiun Klimatologi Sulut, Paniki Atas, Kecamatan Talawaan, Minut, Rabu, 5 Agustus 2026.

Aris menjelaskan, dinamika atmosfer global menunjukkan indeks El Nino telah menembus ambang batas kategori sangat kuat dengan nilai anomali di atas 2, yang diproyeksikan bertahan hingga akhir tahun.

"El Nino ini fenomena global di Pasifik yang menarik massa udara basah kita ke sana, sehingga wilayah Indonesia menjadi sangat kering, munculnya tidak lagi tiap 3 sampai 5 tahun, tapi bisa terjadi tiap tahun akibat pemanasan global," kata Aris menjelaskan.

Kombinasi antara puncak musim kemarau dan fenomena iklim global tersebut dinilai berpotensi mengulang sejarah kekeringan parah yang pernah melanda Indonesia.

"Puncak musim kemarau kita di Sulut pada bulan Agustus, dan status El Nino juga menjadi sangat kuat, ujarnya menambahkan.

Berdasarkan pemetaan BMKG, sebagian besar wilayah Sulawesi Utara, seperti Manado, Bitung, Minahasa, Minahasa Utara, hingga Kepulauan Siau, saat ini telah ditetapkan dalam status Siaga Kekeringan Meteorologis akibat tingginya angka Hari Tanpa Hujan (HTH). BMKG pun mendesak para petani untuk segera menyesuaikan kalender tanam dan meminta pemerintah daerah menyiagakan armada tangki air guna mengantisipasi ancaman karhutla serta krisis air bersih warga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....