Dalkarhut: Masih Ada Delapan Titik Api di Gunung Soputan
- 05 Agt 2026 14:16 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Tim Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sulawesi mengungkapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Soputan, Kabupaten Minahasa Tenggara, yang terjadi sejak Minggu, 2 Agustus hingga Rabu, 5 Agustus 2026, masih menyisakan sedikitnya delapan titik api besar.
Kepala Seksi Wilayah III Manado pada Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sulawesi , Hambali Mokoagow, mengatakan operasi pemadaman pada Rabu,5 Agustus 2026 berjalan di dua sektor, yakni dari sisi utara menuju timur dan dari sisi utara menuju selatan. Berdasarkan pemantauan udara menggunakan drone, kobaran api masih tersebar di sejumlah lokasi.
"Kalau saya menghitung dari gambaran drone yang dikirimkan ke saya, sekarang ini ada kurang lebih delapan titik api besar yang terpisah di beberapa spot," kata Hambali, saat Press Release El Nino dan Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan yang dilaksanakan BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Sulut, Rabu, 5 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, karakteristik medan dan sebaran api membuat strategi pemadaman tidak bisa dilakukan sekaligus dalam area yang luas. Tim gabungan menerapkan sistem pemadaman secara bertahap pada setiap blok kebakaran agar lebih efektif.
"Kita tidak bisa bermain dengan area yang besar. Kita akan masuk ke spesifikasi blok demi blok. Dengan ruang yang lebih kecil, tanggung jawab setiap blok akan lebih jelas sehingga penanganannya lebih efektif," ujarnya.
Hambali mengatakan pihaknya telah menurunkan 11 personel dengan kemampuan berbeda untuk mendukung operasi pemadaman di lapangan. Menurutnya, seluruh personel bekerja bersama tim gabungan yang dipimpin pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, dan instansi terkait.
Selain fokus memadamkan api, tim juga mengingatkan adanya potensi kebakaran yang lebih besar apabila kondisi cuaca kering terus berlanjut. Hambali menilai masih banyak sisa bahan bakar alami di kawasan hutan yang dapat memicu meluasnya kebakaran.
"Ada potensi sangat besar apabila kondisi ini tidak segera ditangani. Sisa bahan bakar di hutan masih banyak. Kalau terpicu, kita bisa mengulang kejadian kebakaran besar seperti tahun-tahun sebelumnya," katanya.
Ia menambahkan, hingga saat ini api belum mengancam objek-objek vital di sekitar kawasan Gunung Soputan. Namun, tim tetap memprioritaskan pengendalian api agar tidak merambat ke kawasan hutan yang lebih lebat maupun lahan yang dikelola masyarakat.
Menurut Hambali, salah satu fokus utama operasi saat ini adalah memutus laju rambatan api, bukan sekadar memadamkan kobaran yang terlihat di permukaan.
"Bukan hanya nyalanya yang kita hilangkan, tetapi bara apinya juga harus benar-benar padam. Itu yang menjadi fokus tim di lapangan," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....