Apel Tanggap Bencana Dampak Kemarau El Nino di Minsel

  • 05 Agt 2026 14:33 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado, - Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, S.H., menghadiri Apel Gelar Pasukan Tanggap Bencana Dampak El Nino Tahun 2026 di Lapangan Mapolres Minahasa Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, S.H., memimpin Apel Gelar Pasukan yang turut didampingi oleh Kepala Kepolisian Resor Minahasa Selatan, AKBP David Candra Babega, S.I.K., M.H.

" Kegiatan ini merupakan wujud kesiapsiagaan dan komitmen bersama lintas sektor dalam mengantisipasi potensi meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama musim kemarau," kata bupati.

Menurut bupati, seluruh instansi memperkuat koordinasi, sinergi, serta kesiapan personel dan sarana pendukung guna menghadapi dampak fenomena El Niño yang berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, krisis air bersih, kebakaran hutan dan lahan, hingga kebakaran permukiman akibat kondisi cuaca yang panas dan kering.

Fenomena El Nino pada tahun 2026 membawa konsekuensi iklim nyata yang menguji ketahanan pangan serta lingkungan, khususnya di wilayah Indonesia.

Secara analitis, meskipun pada pertengahan tahun beberapa pemodelan awal, seperti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sempat memproyeksikan intensitas yang moderat dan menepis peluang terjadinya "Godzilla El Nino" karena dipengaruhi oleh fase netral Indian Ocean Dipole.

Indonesia harus menghadapi musim kemarau yang jauh lebih kering dan lebih panjang dari kondisi normal klimatologisnya, dengan puncak defisit curah hujan diperkirakan melanda pada Agustus hingga September 2026. tingginya risiko kekeringan ekstrem, krisis air bersih, dan kerentanan kebakaran hutan ini menuntut masyarakat serta pemerintah untuk mengevaluasi kembali strategi ketahanan yang ada dan mengeksekusi langkah mitigasi lintas sektor yang ketat, terukur, dan sepenuhnya berbasis pada pembaruan data iklim.

Apel gelar pasukan yang diselenggarakan hari ini merupakan wujud nyata kesiapsiagaan seluruh elemen dalam menghadapi ancaman krisis air bersih, kekeringan, serta kebakaran hutan, lahan, dan permukiman akibat fenomena El Nino.

Dampak nyata dari cuaca panas dan kering ini telah melanda wilayah Kabupaten Minahasa Selatan, terbukti dengan terjadinya lima kasus kebakaran hutan dan lahan seluas 7,5 hektar serta enam insiden kebakaran bangunan selama periode Juni hingga Juli 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....