Peringati HAN Ke-42, Gubernur Sulut Ajak Semua Pihak Lindungi Anak dari Kekerasan

  • 03 Agt 2026 14:06 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 dengan menggelar apel bersama yang dirangkaikan dengan Festival Anak Sulawesi Utara di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Senin, 3 Agustus 2026.

Kegiatan yang diikuti peserta didik mulai dari jenjang PAUD hingga SMA itu diisi dengan berbagai aktivitas edukatif, seperti literasi, permainan tradisional, hingga sesi mendongeng yang dibawakan langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Yulius mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak serta melindungi mereka dari berbagai bentuk kekerasan, intimidasi, dan perundungan, termasuk di ruang digital.

Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, saat diwawancarai RRI, dalam rangkaian Festival Anak Sulawesi Utara di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Senin, 3 Agustus 2026. (Foto: RRI/ Noni).

"Hari ini kita sudah berjanji untuk bersama-sama menjaga anak-anak kita agar dapat bertumbuh dengan baik. Hindari mereka dari kekerasan, ancaman, intimidasi, bahkan perundungan, baik secara langsung maupun di media sosial," ujar Yulius.

Yulius juga menyempatkan diri mendongeng di hadapan peserta Festival Anak. Menurutnya, dongeng menjadi salah satu cara sederhana untuk menanamkan semangat kepada anak-anak agar berani bermimpi dan meraih cita-cita.

"Saya sedikit berdongeng kepada anak-anak kita supaya mereka bisa bermimpi, bisa bercita-cita, dan jangan ragu-ragu untuk meraih masa depan," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah (P3AD) Sulawesi Utara, Tienneke Adam, mengatakan peringatan HAN tahun ini mengusung tema "Sayangi Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan." Tema tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan, mulai dari Festival Anak, program Go to School, hingga edukasi pencegahan kekerasan digital.

Menurut Tienneke, pihaknya juga terus mengajak anak-anak mengurangi ketergantungan terhadap gawai dengan menghadirkan permainan tradisional yang mendorong interaksi secara langsung.

Kepala Dinas P3AD Sulut, Tienneke Adam, saat diwawancarai RRI, dalam rangkaian Festival Anak Sulawesi Utara di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Senin, 3 Agustus 2026. (Foto: RRI/ Noni).

"Kami juga melindungi anak-anak dari kekerasan digital di dunia maya. Karena itu anak-anak kami ajak bermain permainan konvensional agar mereka kembali berinteraksi dengan teman-temannya, bukan hanya menggunakan gadget," ujar Tienneke.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Ia menambahkan, edukasi mengenai penggunaan gawai yang bijak juga terus dilakukan melalui sosialisasi ke sekolah-sekolah sebagai upaya mencegah anak mengakses konten yang membahayakan serta melindungi mereka dari pengaruh negatif di ruang digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....