BI Sulut Dorong Penguatan Ekosistem Kelapa Percepat Pertumbuhan Ekonomi Daerah

  • 31 Jul 2026 15:45 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID,Manado – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara menggelar Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Sulawesi Utara yang dirangkaikan dengan forum "Bincang Ekonomi: Penguatan Ekosistem Kelapa sebagai Sumber Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Utara", Kamis 30 Juli 2026.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Purwanto, mengatakan forum tersebut menjadi wadah memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, instansi vertikal, akademisi, serta pelaku usaha dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara.

Menurutnya, sejalan dengan tema kegiatan, penguatan sektor unggulan daerah difokuskan pada komoditas kelapa melalui peningkatan produktivitas di sektor hulu, pengembangan hilirisasi dan diversifikasi produk, hingga perluasan akses pasar. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa sehingga memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.

Purwanto menjelaskan, Kantor Perwakilan BI Sulut secara rutin mengumpulkan berbagai informasi strategis sebagai bahan asesmen perkembangan ekonomi dan keuangan daerah. Hasil asesmen tersebut kemudian disusun dalam Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Sulawesi Utara yang diterbitkan setiap triwulan sebagai gambaran perkembangan ekonomi terkini.

Ia menyampaikan, LPP edisi Februari mengulas perkembangan ekonomi triwulan IV 2025 yang ditandai tingginya mobilitas masyarakat serta meningkatnya kunjungan wisatawan. Sementara LPP edisi Mei membahas perkembangan ekonomi triwulan I 2026 yang dipengaruhi berbagai momentum hari besar keagamaan seperti Tahun Baru Imlek, Nyepi, Idulfitri, dan Paskah, yang juga tercermin pada desain sampul masing-masing edisi.

Purwanto turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam penyusunan LPP, baik melalui penyediaan data, informasi, maupun hasil survei yang menjadi dasar analisis kondisi ekonomi Sulawesi Utara.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa perekonomian Sulawesi Utara pada triwulan I 2026 tetap menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan sebesar 5,54 persen (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut ditopang oleh permintaan domestik, meskipun sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya dan berada di bawah rata-rata nasional.

"Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi didorong oleh konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, dan investasi. Sementara dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian, industri pengolahan, perdagangan, serta transportasi menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara," ujar Purwanto.

Di sisi lain, inflasi Sulawesi Utara pada triwulan I 2026 tercatat sebesar 2,20 persen (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 1,23 persen. Meski demikian, angka tersebut masih berada dalam kisaran sasaran inflasi nasional sebesar 2,5±1 persen.

Purwanto menjelaskan, kenaikan inflasi terutama dipengaruhi oleh meningkatnya tarif listrik, harga emas perhiasan, dan beras. Namun, kenaikan tersebut berhasil diredam oleh penurunan harga sejumlah komoditas pangan seperti tomat, daging babi, dan cabai rawit sehingga stabilitas harga di Sulawesi Utara tetap terjaga

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....