Empat Nelayan Bitung Selamat setelah Terdampar di Talaud
- 29 Jul 2026 22:02 WIB
- Manado
RRI.CO.ID: Talaud – Semangat bertahan hidup dan perjuangan di tengah ganasnya lautan membuahkan hasil bagi empat nelayan asal Bitung yang sempat hanyut selama delapan hari di perairan Sulawesi Utara. Keempatnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat setelah perahu yang mereka tumpangi terdampar di Perairan Desa Binalang, Kecamatan Tampan Amma, Kabupaten Kepulauan Talaud, Minggu (26/7/2026) pagi.
Perjalanan para nelayan itu bermula pada Sabtu (18/7/2026) saat mereka berangkat dari Kota Bitung menggunakan perahu jenis pamboat untuk mencari ikan tuna. Namun sehari kemudian, cuaca buruk disertai badai menghantam perahu mereka di tengah laut. Akibatnya, mesin perahu mengalami kerusakan berat hingga tidak dapat beroperasi, membuat mereka terombang-ambing tanpa kendali di lautan lepas.
Di tengah situasi sulit tersebut, para nelayan terus berupaya bertahan. Setelah beberapa hari melakukan perbaikan darurat, nakhoda akhirnya berhasil menghidupkan kembali mesin perahu pada Rabu (22/7/2026). Saat itu, posisi mereka diperkirakan telah hanyut sekitar 250 mil laut dari perairan Bitung menuju arah Kepulauan Talaud.
Dengan kondisi perahu yang belum sepenuhnya pulih, mereka memutuskan bergerak perlahan menuju daratan terdekat. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika perahu berhasil mencapai Perairan Desa Binalang sekitar pukul 05.00 WITA pada Minggu pagi.
Keberadaan perahu kemudian dilaporkan warga kepada Bhabinkamtibmas dan Kapolsubsektor Tampan Amma sekitar pukul 08.00 WITA. Mendapat informasi tersebut, petugas segera menuju lokasi untuk melakukan pengecekan, memberikan bantuan, serta memastikan kondisi seluruh awak perahu.
Empat nelayan yang selamat tersebut masing-masing Aris Sugadol Hamel (38), Antonyo Dereno (51), Robin Dante (56), dan Arthur Pangilawan (58). Meski sempat terombang-ambing selama lebih dari sepekan, seluruhnya ditemukan dalam kondisi sehat.
Sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan cuaca buruk susulan, para nelayan kemudian dipindahkan dari Desa Binalang ke Desa Tuabatu pada siang hari. Mereka saat ini tinggal sementara di rumah keluarga Alfian Panaha–Bambulu sambil menunggu proses perbaikan perahu selesai dilakukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....