BI dan Pemprov Sulut Gelar Pasar Murah, Tekan Inflasi dan Stabilkan Harga Pangan
- 24 Jul 2026 14:06 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Pemerintah Kota Manado, Perum Bulog Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo), serta Satuan Tugas (Satgas) Pangan Provinsi Sulut menggelar Sinergi Pasar Murah sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun Bank Indonesia ke-73.
Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, yang kemudian dilanjutkan sambutan Gubernur Sulawesi Utara yang diwakili Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Jemmy Ringkuangan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Manado Andrei Angouw, Pemimpin Wilayah Perum Bulog SulutGo Ermin Tora, Kepala BPS Sulut Watekhi, Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sulut Reza Dotulung, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Daerah Sulut Rahel Ruth Rotinsulu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut Hendrik Rueben Tendean, serta perwakilan Satgas Pangan Polda Sulut, Ipda Donny.
Dalam sambutannya, Joko Supratikto mengungkapkan inflasi Sulawesi Utara pada Juni 2026 tercatat sebesar 2,12 persen (month to month/mtm) atau 4,48 persen secara tahun berjalan (year to date/ytd). Angka tersebut telah melampaui target inflasi nasional sebesar 2,5 persen ±1 persen.
Menurut Joko, kenaikan inflasi terutama dipicu meningkatnya harga cabai rawit, bawang merah, dan beras akibat gangguan pasokan dan distribusi. Karena itu, pengendalian inflasi menjadi penting untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.
"Sinergi Pasar Murah merupakan salah satu instrumen jangka pendek dalam memperkuat keterjangkauan harga melalui penyediaan berbagai komoditas pangan strategis dengan harga yang lebih murah. Kolaborasi BI, pemerintah daerah, Bulog, dan Satgas Pangan menjadi bukti bahwa pengendalian inflasi membutuhkan orkestrasi kebijakan yang menyeluruh," ujar Joko.
Sementara itu, Jemmy Ringkuangan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Sinergi Pasar Murah yang dinilai menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah bersama Bank Indonesia dalam memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap mudah diakses dengan harga yang terjangkau.
Ia berharap kolaborasi yang telah terjalin tidak hanya berhenti pada penyelenggaraan pasar murah, tetapi juga diperluas melalui berbagai program lain yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selain menjaga stabilitas harga melalui penguatan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Jemmy menegaskan pentingnya memperkuat digitalisasi sistem pembayaran, meningkatkan daya saing UMKM di pasar lokal hingga global, memastikan ketersediaan uang rupiah di wilayah kepulauan, serta mendukung pengembangan sektor-sektor unggulan di Sulawesi Utara.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan seremoni pembukaan melalui transaksi QRIS senilai Rp73 sebagai simbol HUT ke-73 Bank Indonesia. Masyarakat yang bertransaksi menggunakan QRIS dengan nominal tersebut memperoleh voucher potongan harga sebesar Rp5.000 untuk berbelanja di Pasar Murah.
Kegiatan juga disinergikan dengan layanan Kas Keliling untuk penukaran uang serta edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi masyarakat terhadap penggunaan rupiah dan sistem pembayaran digital.
Berbagai komoditas pangan strategis dijual dengan harga terjangkau, di antaranya 1,5 ton beras, 100 kilogram cabai rawit, 100 kilogram cabai merah keriting, 100 kilogram tomat, 100 kilogram bawang merah, 50 kilogram melon, 100 kilogram semangka, 20 dus minyak goreng, 200 kilogram gula pasir, 50 kilogram bawang putih, 150 baki telur ayam, 100 ekor ayam, serta aneka sayuran.
Hingga kegiatan berakhir, tercatat 760 voucher telah dimanfaatkan masyarakat untuk berbelanja di Sinergi Pasar Murah. Program ini diharapkan mampu membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung pengendalian inflasi di Sulawesi Utara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....