Banjir dan Longsor Terjang Kepulauan Sangihe

  • 24 Jul 2026 09:24 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Kep. Sangihe - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe sejak Selasa (21/7/2026) mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah pada Rabu (22/7/2026). Bencana tersebut terjadi di Kecamatan Kepulauan Marore dan Kecamatan Tamako.

Plh. Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Edwin Johanis Humokor, S.H., M.H., mengatakan meski tidak menimbulkan korban jiwa, banjir dan longsor menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga serta fasilitas umum. Aparat bersama pemerintah daerah terus melakukan pendataan dan pemantauan di lokasi terdampak.

Di Kampung Marore, Kecamatan Kepulauan Marore, banjir dengan ketinggian air sekitar 10 hingga 30 sentimeter menggenangi jalan serta halaman rumah warga. Namun, air tidak sampai masuk ke dalam rumah sehingga tidak menyebabkan kerusakan berarti.

Sementara itu, dampak paling besar terjadi di Kecamatan Tamako. Di Kampung Lelipang, banjir mengakibatkan dua rumah mengalami kerusakan berat dengan estimasi kerugian masing-masing sekitar Rp40 juta, serta satu rumah mengalami kerusakan ringan pada bagian dapur dengan perkiraan kerugian mencapai Rp20 juta.

Di Kampung Binala, banjir juga merusak berat satu unit rumah warga dengan estimasi kerugian sekitar Rp30 juta. Sedangkan di Kampung Pokol, banjir setinggi kurang lebih 50 sentimeter menggenangi sekitar 60 rumah warga.

Kondisi banjir di wilayah Kecamatan Tamako dilaporkan mulai surut pada Rabu siang sekitar pukul 12.30 Wita. Meski demikian, warga tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem susulan.

Selain banjir, tanah longsor terjadi di Kampung Binala dan menyebabkan sedikitnya tujuh rumah mengalami kerusakan berat. Kerugian akibat longsor diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Dua unit rumah dinas Puskesmas Siloam Tamako juga terdampak longsor dengan estimasi kerugian sekitar Rp200 juta. Hingga saat ini, aparat masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah kerugian secara keseluruhan.

AKBP Edwin Johanis Humokor menegaskan bahwa hingga laporan disampaikan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pihak kepolisian bersama pemerintah daerah dan instansi terkait terus melakukan pemantauan untuk memastikan keselamatan masyarakat serta menyiapkan langkah-langkah penanganan lebih lanjut.

“Perkembangan situasi akan terus dipantau dan dilaporkan sesuai kondisi di lapangan,” ujar AKBP Edwin Johanis Humokor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....