Hari Anak Nasional, Psikiater: Hadiah Terindah bagi Anak adalah Kehadiran Orang Tua

  • 23 Jul 2026 15:48 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam menjaga kesehatan mental anak. Psikiater di Manado, Grace Venny Febe Karouw, menilai kehadiran dan perhatian orang tua merupakan "hadiah" paling berharga bagi tumbuh kembang anak, jauh melampaui pemberian materi.

Menurut Grace, banyak persoalan kesehatan mental pada remaja berawal dari luka psikologis yang tidak disadari atau terlambat ditangani. Kondisi tersebut dapat berkembang menjadi gangguan seperti kecemasan, depresi, hingga kesulitan mengendalikan emosi apabila tidak mendapat penanganan sejak dini.

"Untuk anak-anak sekolah, khususnya tingkat SMP dan SMA, yang paling sering ditemukan adalah gangguan cemas, depresi atau rasa sedih yang berkepanjangan, serta gangguan emosi. Mereka mulai menunjukkan emosi yang kurang stabil, mudah marah atau sulit mengendalikan perasaannya," ujar Grace, saat diwawancarai RRI, Rabu, 22 Juli 2026.

Ia mengatakan, keluarga memiliki peran paling besar dalam membangun ketahanan mental anak. Karena itu, orang tua diharapkan menyediakan waktu untuk mendengarkan cerita anak serta menciptakan suasana yang aman agar mereka tidak ragu mengungkapkan perasaan.

"Hadiah yang terindah itu adalah kehadiran kita. Kita ada di samping anak, mendengarkan anak ini, membuat anak supaya dia boleh merasa aman saat dia bercerita atau saat dia curhat dengan orang tua, dengan mama, dengan papa," kata Grace.

Selain mendengarkan, orang tua juga perlu memvalidasi perasaan anak sehingga mereka merasa diterima dan mendapatkan dukungan emosional dari lingkungan terdekat.

Grace menegaskan, anak yang tumbuh dalam keluarga yang hangat dan penuh rasa aman akan memiliki daya lenting atau resiliensi yang lebih baik dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

"Anak yang tumbuh di keluarga yang nyaman, yang aman, merupakan anak yang nantinya akan kuat mental dan memiliki resiliensi mental yang lebih baik dibandingkan dengan teman-temannya," ujarnya.

Ia berharap, peringatan Hari Anak Nasional tidak hanya dimaknai sebagai seremoni, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh orang tua untuk lebih hadir dalam kehidupan anak-anak mereka, karena perhatian, waktu, dan komunikasi yang baik merupakan fondasi utama bagi kesehatan mental anak hingga dewasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....