50 Siswa Baru SRMP 21 Manado Tunggu SK Penetapan Wali Kota

  • 22 Jul 2026 14:22 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Sekolah Rakyat (SR) Menengah Pertama 21 Manado masih menunggu Surat Keputusan (SK) Penetapan dari Wali Kota Manado untuk memastikan penerimaan 50 siswa baru Tahun Ajaran 2026/2027.

Kepala SRMP 21 Manado, Fenny Meivi Sarah Kilikily, mengatakan hingga saat ini pihak sekolah belum menerima informasi tertulis terkait terbitnya SK tersebut. Karena itu, proses penerimaan siswa baru masih berada pada tahap menunggu penetapan dari pemerintah daerah.

“Kalau sampai saat ini prosesnya tinggal menunggu SK penetapan dari Wali Kota. Itu terkait dengan Dinas Sosial Kota Manado. Tapi sampai sekarang saya belum menerima informasi secara tertulis apakah SK itu sudah ada atau belum,” ujar Fenny saat diwawancarai, Rabu, 22 Juli 2026.

Menurutnya, sebanyak 50 calon siswa yang telah didata masih menunggu keputusan resmi. Sementara itu, siswa kelas VIII masih berada di rumah dan dijadwalkan mulai mengikuti kegiatan belajar pada 31 Juli 2026.

Kepala SRMP 21 Manado, Fenny Meivi Sarah Kilikily, saat diwawancarai RRI, Rabu, 22 Juli 2026. (Foto: RRI/ Noni).

Fenny menjelaskan, dirinya belum dapat memastikan data final peserta didik baru karena proses tersebut masih menjadi kewenangan pihak terkait sebelum adanya penetapan dari Wali Kota.

“Kalau untuk data secara fisik saya belum melihat. Itu memang bukan wewenang saya. Nanti setelah ditetapkan oleh Wali Kota, itu baru menjadi bagian dari saya,” katanya.

Terkait lokasi pembelajaran, ia memastikan siswa baru tetap akan belajar di Sekolah Rakyat Permanen yang berada di kawasan Tampusu, Minahasa. Lokasi tersebut digunakan sambil menunggu pengadaan ruang kelas dan asrama bagi peserta didik kelas VII.

Selain kesiapan penerimaan siswa baru, pihak sekolah juga telah merampungkan penyusunan modul ajar khusus Sekolah Rakyat. Saat ini modul tersebut tinggal menunggu proses pencetakan dan distribusi ke masing-masing sekolah.

“Modul ajar sudah selesai, tinggal percetakan. Kita menunggu didistribusikan ke masing-masing Sekolah Rakyat,” kata Fenny.

Ia menambahkan, modul ajar tersebut memiliki perbedaan dibandingkan modul sebelumnya karena disusun secara khusus sesuai karakteristik Sekolah Rakyat.

“Modul ajar yang saat ini memang spesifik untuk Sekolah Rakyat. Isinya lebih disesuaikan dengan kebutuhan sekolah rakyat, terutama dalam pembentukan karakter, kedisiplinan, dan jiwa nasionalisme peserta didik,” katanya menutup penjelasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....