Gubernur Yulius: Kepsek Harus Bekerja Satu Komando
- 21 Jul 2026 09:35 WIB
- Manado
RRI.CO.ID: Manado – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) , Yulius Selvanus memberikan arahan kepada Kepala SMA, SMK, dan SLB se-Sulut, Mengawali pengarahannya, Gubernur memberikan apresiasi tertinggi kepada seluruh Kepala Sekolah (Kepsek) atas kelancaran Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang aman, tertib, dan kondusif.
“Saya mengapresiasi komitmen guru dalam menghadirkan masa transisi siswa yang humanis, menyenangkan, ramah anak, serta bebas dari kekerasan fisik maupun tekanan psikologis,” tukas Gubernur.
Demi berlangsungnya proses pembelajaran yang beretika, Gubernur menegaskan komitmen mutlak tanpa kompromi mengenai Zero Bullying di seluruh lingkungan satuan pendidikan Sulawesi Utara.
Untuk itu, Gubernur menginstruksikan aktivasi penuh Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di setiap sekolah.
Ia melarang keras kepala sekolah menutupi kasus kekerasan demi menjaga nama baik sekolah secara semu; masalah harus diselesaikan secara transparan, adil, dan berpihak pada korban.
Selaku pemimpin Gubernur mengingatkan setiap Kepsek benar-memposisikan diri sebagai motor penggerak utama mutu pendidikan daerah.
“Jadi harus diingat Kepada Sekolah bukan sekadar petugas administrasi di balik meja,” tegasnya.
Kepsek juga dituntut punya profesionalitas tinggi dalam tata kelola anggaran sekolah (dana BOS dan BOSDA) agar transparan, akuntabel, dan bebas penyimpangan.
Selain Zero Bullyng, Gubernur mengingatkan Kepsek wajib peka terhadap lingkungan sekitar untuk memastikan tidak ada anak usia sekolah yang putus sekolah demi mencapai target Zero Drop-Out.
Terkait MBG, kata Yulius, Pemprov Sulut, berkomitmen mendukung penuh program nasional itu demi mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.
“Saya menginstruksikan Kepala sekolah memfasilitasi kelancaran program secara total, aktif berkoordinasi dengan penyedia, serta memastikan distribusi yang tertib dan higienis,” tegasnya.
Imbuhnya, program MBG dapat dimanfaatkan untuk membangun karakter positif siswa, seperti kedisiplinan dan pola hidup sehat.
Sekolah wajib hadir sebagai benteng pertahanan karakter siswa dalam menghadapi tantangan arus digitalisasi tanpa filter.
“Perlu dilakukan pelbagai langkah nyata dan preventif untuk membentengi siswa dari bahaya judi online, pinjaman online (pinjol) ilegal, narkoba, hingga dampak negatif gawai,” tutur Gubernur.
Mengoptimalkan peran Guru BK dan menghidupkan kembali kearifan lokal seperti Sitou Timou Tumou Tou (manusia hidup untuk memanusiakan orang lain) dan Torang Samua Basudara.
Khusus Kepala SMK, kata Gubernur, wajib memperkuat kemitraan strategis (link and match) dengan dunia usaha dan industri, serta mengoptimalkan sertifikasi kompetensi agar lulusan langsung terserap di pasar kerja nasional maupun global.
Sementara untuk Kepala SLB wajib meningkatkan kualitas fasilitas ramah disabilitas demi menjamin inklusivitas dan hak pendidikan yang setara.
Pesan yang bernada tegas lainnya, diberikan oleh Yulius bust seluruh Kepsek yakni bekerja dalam sistem Satu Komando: loyal, patuh, dan tegak lurus pada arah kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
“Kepala sekolah harus memiliki Mental Petarung: pantang menyerah menghadapi keterbatasan, kreatif melahirkan inovasi solusi di lapangan, serta tidak mudah mengeluh terhadap kendala operasional,” ucap Yulius.
Menutup arahannya Gubernur mengajak seluruh kepala sekolah untuk bersinergi erat, bekerja keras, tulus, dan berintegritas demi mencetak generasi emas Sulawesi Utara menuju Indonesia Emas 2045.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....