Gangguan Mata dan Gigi Jadi Temuan Terbanyak CKG di Wilayah Puskesmas Tikala Baru

  • 20 Jul 2026 18:57 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Gangguan penglihatan dan masalah kesehatan gigi serta mulut menjadi temuan yang paling banyak dijumpai dalam pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayah kerja Puskesmas Tikala Baru selama semester pertama 2026. Temuan tersebut didominasi oleh hasil pemeriksaan terhadap anak sekolah.

Kepala Puskesmas Tikala Baru, Roosaline Ivone Merry Ani Kawengian, mengatakan hasil evaluasi selama enam bulan pelaksanaan CKG menunjukkan masih banyak siswa yang mengalami gangguan fungsi penglihatan.

"Kalau untuk CKG anak sekolah itu berdasarkan evaluasi pelaksanaan satu semester, temuan kasus yang banyak itu lebih ke fungsi indera, terutama mata. Kemungkinan karena penggunaan gadget yang terlalu panjang atau time screen yang terlalu lama," ujar Roosaline, saat diwawancarai RRI, Senin, 20 Juli 2026.

Selain gangguan penglihatan, persoalan kesehatan gigi dan mulut juga masih menjadi perhatian. Menurutnya, kedua masalah tersebut merupakan temuan yang paling sering muncul selama pelaksanaan CKG di sekolah-sekolah.

"Kemudian masalah kesehatan gigi dan mulut masih cukup perlu perhatian karena dua kasus tadi yang banyak kami temukan," katanya.

Kepala Puskesmas Tikala Baru, Roosaline Ivone Merry Ani Kawengian, saat diwawancarai RRI, Senin, 20 Juli 2026. (Foto: RRI/ Noni).

Program CKG di wilayah kerja Puskesmas Tikala Baru dilaksanakan melalui pendekatan jemput bola. Pemeriksaan tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga menyasar pekerja di instansi pemerintah, sektor swasta, tempat pelayanan umum, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Roosaline menyebut hingga akhir semester pertama 2026, pelaksanaan CKG telah memenuhi target yang ditetapkan pemerintah.

"Untuk capaian sampai semester satu kami sudah mencapai target. Sesuai yang dimintakan pemerintah, yaitu lima persen dari total jumlah penduduk di wilayah kerja kami sudah tercapai," katanya menambahkan.

Meski demikian, ia mengakui minat masyarakat untuk datang secara mandiri mengikuti CKG di puskesmas masih belum meningkat. Karena itu, pihaknya masih mengandalkan pelayanan jemput bola agar cakupan pemeriksaan tetap optimal.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Ke depan, Puskesmas Tikala Baru akan memperkuat tindak lanjut hasil skrining dengan menyampaikan temuan kepada pihak sekolah maupun peserta yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan. Menurut Roosaline, tindak lanjut tidak cukup hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan dari sekolah agar anak-anak yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan dapat segera memperoleh penanganan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....