Bitung Diprioritaskan Masuk Program Kampung Nelayan Modern
- 16 Jul 2026 12:48 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Bitung - Pemerintah pusat memprioritaskan kawasan Indonesia Timur, termasuk Kota Bitung, dalam pengembangan lanjutan Program Kampung Nelayan Modern. Program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu ditujukan untuk memperkuat ekonomi biru, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Hal itu disampaikan Staf Khusus Presiden RI Bidang UMKM, Ekonomi Digital, dan Teknologi, Tiar Nabilla Karbala, saat menghadiri Strategic Dialogue di Bitung, Selasa, 14 Juli 2026. Kegiatan yang diinisiasi HiveEdu (Kolaborasi Edukasi Indonesia) tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku UMKM, akademisi, dan generasi muda untuk membahas penguatan ekonomi daerah.
Menurut Tiar, setelah pembangunan puluhan lokasi pada tahap awal, pemerintah menargetkan pengembangan lebih dari seribu Kampung Nelayan berikutnya dengan fokus di wilayah Indonesia Timur.
| Baca juga: 468 Siswa Baru SMAN 2 Bitung Ikuti MPLS |
"Pemerintah pusat secara eksklusif mengarahkan pembangunan lanjutan seribu kampung nelayan berikutnya untuk diprioritaskan ke kawasan Indonesia Timur. Bitung, dengan posisinya sebagai pintu gerbang ke Pasifik, ada tepat di jalur prioritas," ujar Tiar.

Ia menjelaskan, Kampung Nelayan Modern akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti dok kapal, pabrik es, cold storage, tempat pendaratan ikan, hingga stasiun pengisian bahan bakar untuk nelayan. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu mengatasi persoalan yang selama ini dihadapi nelayan dan pelaku UMKM perikanan, seperti kehilangan hasil tangkapan akibat minimnya rantai dingin.
Namun, Tiar menegaskan pembangunan infrastruktur harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar fasilitas yang disediakan dapat dimanfaatkan secara optimal.
"Program sebesar apa pun hanya akan berarti kalau UMKM dan masyarakat di sekitarnya siap memanfaatkannya. Infrastruktur dan penguatan SDM harus berjalan secara paralel," katanya.
Melalui Strategic Dialogue tersebut, Tiar juga menyerap berbagai masukan dari pelaku usaha dan pemangku kepentingan di Bitung. Menurutnya, hasil dialog akan menjadi bahan evaluasi yang disampaikan kepada Presiden sebagai dasar penyusunan kebijakan lanjutan terkait pengembangan kawasan pesisir dan sektor perikanan nasional.
Kegiatan itu turut dihadiri para pelaku UMKM Kota Bitung yang memamerkan potensi produk lokal, serta perwakilan Mahasiswa Kuliah Kerja Terpadu (KKT) Angkatan ke-148 Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....