Gubernur Sulut Tekankan Kepemimpinan Adaptif untuk Perkuat Investasi Daerah

  • 15 Jul 2026 10:05 WIB
  •  Manado
Poin Utama
  • Gubernur Sulawesi Utara menegaskan kepemimpinan adaptif menjadi kunci dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
  • Yulius Selvanus menguraikan lima karakter pemimpin perubahan, yaitu visioner, adaptif, kolaboratif, berintegritas, dan berorientasi pada hasil.
  • Peserta PKN Tingkat II didorong menghasilkan proyek perubahan yang berdampak pada peningkatan pelayanan publik, transformasi digital, kemudahan investasi, dan pembangunan berkelanjutan.

RRI.CO.ID, Manado – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, menegaskan bahwa kepemimpinan yang adaptif menjadi faktor penting dalam membangun iklim investasi yang sehat dan berdaya saing. Menurutnya, kemampuan seorang pemimpin menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur saat memberikan materi pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIII Tahun 2026 di Aula Integritas Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (14/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti para pejabat yang dipersiapkan menjadi pemimpin birokrasi di berbagai instansi pemerintahan.

"Pemimpin birokrasi saat ini tidak lagi dinilai dari banyaknya aturan yang dibuat, tetapi dari kemampuannya menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat," tegas Gubernur.

Yulius Selvanus menjelaskan terdapat lima karakter utama yang harus dimiliki seorang pemimpin perubahan, yakni visioner, adaptif, kolaboratif, berintegritas, dan berorientasi pada hasil. Kelima karakter tersebut dinilai menjadi fondasi dalam membangun birokrasi yang profesional, responsif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah.

Ia juga mendorong seluruh peserta PKN Tingkat II menghasilkan proyek perubahan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Proyek tersebut diharapkan mampu memperkuat pelayanan publik, mempercepat transformasi digital, meningkatkan kemudahan investasi, serta mendorong daya saing daerah secara berkelanjutan.

Mengakhiri arahannya, Gubernur mengajak seluruh peserta menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan inovasi dan memperkuat kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, kepemimpinan yang adaptif akan menjadi modal penting dalam mewujudkan Sulawesi Utara sebagai daerah yang kompetitif, ramah investasi, berwawasan lingkungan, dan mampu bersaing di tingkat global.

"Marilah kita jadikan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II ini sebagai momentum melahirkan pemimpin-pemimpin perubahan yang mampu menciptakan masa depan Sulawesi Utara yang lebih maju, inklusif, hijau, dan berkelanjutan," pungkas Gubernur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....