Kuliah Pagi, Kerja hingga Malam, Mahasiswi IAKN Manado Akhirnya Jadi Sarjana
- 12 Jul 2026 22:25 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Perjuangan meraih pendidikan tinggi tidak selalu berjalan mudah. Hal itu dibuktikan oleh Brigita Tuwo, mahasiswi Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado asal Kabupaten Minahasa Selatan, yang berhasil menyelesaikan studi dan meraih gelar Sarjana Pendidikan di tengah berbagai keterbatasan ekonomi dan cobaan hidup.
Selama menempuh pendidikan, Brigita harus menjalani peran ganda. Pada pagi hari ia mengikuti perkuliahan, sementara sore hingga malam hari digunakan untuk bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup sekaligus membiayai kuliahnya.
"Pagi kuliah, sore sampai malam saya bekerja. Semua itu saya lakukan agar bisa membayar uang kos dan uang jajan supaya kuliah tidak putus di tengah jalan," ujar Brigita.
Rutinitas tersebut dijalaninya dengan penuh ketekunan. Panas, hujan, kelelahan, hingga kurang waktu istirahat menjadi bagian dari perjuangan yang harus dihadapi demi mempertahankan pendidikan.
Di tengah upaya menyelesaikan skripsi, Brigita kembali dihadapkan pada cobaan berat. Ia mengaku harus menerima kenyataan ditinggalkan oleh orang yang dikasihinya karena latar belakang kondisi ekonomi keluarganya.
Belum sempat pulih dari peristiwa tersebut, dua pekan kemudian ayahnya jatuh sakit. Kondisi itu menambah beban pikiran dan emosional di saat ia sedang menyelesaikan tahap akhir studinya.
Meski sempat berada di titik terendah, Brigita memilih untuk tetap bertahan. Ia mengaku memperoleh kekuatan melalui doa dan keyakinan bahwa Tuhan akan menyertainya dalam setiap proses kehidupan.
Perjuangan itu akhirnya membuahkan hasil. Brigita resmi diwisuda dan menyandang gelar Sarjana Pendidikan dari IAKN Manado, sebuah pencapaian yang diraihnya melalui kerja keras, ketekunan, dan semangat pantang menyerah.
"Terima kasih untuk diri sendiri yang sudah memilih bertahan. Tuhan mengubah air mata menjadi sukacita," ungkap Brigita penuh haru.
Kisah Brigita menjadi inspirasi bahwa keterbatasan ekonomi tidak harus menjadi penghalang untuk meraih pendidikan dan masa depan yang lebih baik. Dengan kerja keras, ketekunan, serta keyakinan yang kuat, setiap tantangan dapat dihadapi hingga akhirnya membuahkan hasil.
Perjalanan hidup Brigita juga menjadi pengingat bagi generasi muda bahwa keberhasilan bukan hanya ditentukan oleh kondisi yang dimiliki, tetapi oleh keberanian untuk terus melangkah, bangkit dari setiap kegagalan, dan tidak menyerah dalam mengejar cita-cita.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....