Penelitian Temuan Ikan Purba Coelacanth Bunaken Tunggu Arahan Pemprov Sulut

  • 03 Jul 2026 08:25 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Penelitian terhadap spesimen ikan purba Coelacanth (Latimeria menadoensis) yang ditemukan di perairan Pulau Siladen, Taman Nasional Bunaken, masih menunggu arahan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Sementara itu, spesimen tersebut telah diamankan di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) untuk mendukung penelitian lebih lanjut.

"Untuk sementara belum jalan, karena kita menunggu petunjuk dari provinsi. Spesimen ini dijemput oleh kami bersama Balai Taman Nasional Bunaken dan untuk sementara disimpan di Unsrat. Untuk penelitian memang belum kami laksanakan," ujar Ketua International Coelacanth Research Center and Marine Museum, Prof. Kawilarang Warouw Alex Masengi, mengatakan hal tersebut saat ditemui di Manado, Senin, 29 Juni 2026.

etua International Coelacanth Research Center and Marine Museum, Prof. Kawilarang Warouw Alex Masengi, mengatakan hal tersebut saat ditemui di Manado, Senin, 29 Juni 2026. (RRI/ Noni).

Menurutnya, hingga saat ini tim peneliti belum memulai penelitian terhadap spesimen yang ditemukan nelayan pada 26 Juni lalu.Ia menjelaskan, penelitian mengenai Coelacanth telah dilakukan sejak 2004. Selama kurun waktu tersebut, tim peneliti mencatat sebanyak 56 spesimen telah ditemukan, baik dalam kondisi hidup maupun mati, di Indonesia maupun Afrika Selatan.

"Yang menarik, kenapa ikan ini bisa bertahan, padahal kelompoknya diperkirakan sudah punah sejak 66 juta tahun lalu. Lalu mengapa keberadaannya justru ditemukan di kawasan timur Indonesia. Itu yang masih menjadi misteri," katanya.

Menurut Alex, tim peneliti Indonesia bersama mitra dari Jepang saat ini juga menjalankan proyek The Phantom Mystery untuk mengungkap berbagai aspek yang masih belum diketahui dari ikan purba tersebut, termasuk karakter genetik dan faktor yang membuat Coelacanth memiliki usia hidup yang panjang.

Ia berharap masyarakat, khususnya nelayan, segera melaporkan apabila kembali menemukan spesimen Coelacanth. Spesimen yang masih dalam kondisi segar dinilai sangat penting untuk mendukung penelitian DNA dan genom.

"Kalau nelayan mendapat ikan ini, tolong segera dilaporkan. Spesimen yang masih segar akan sangat membantu untuk melihat DNA dan genomnya. Kalau sudah terlalu lama, kualitas sampelnya tentu berkurang," ujarnya.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Alex menambahkan, penelitian genom Coelacanth memerlukan dukungan teknologi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah serta peneliti luar negeri. Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat mengungkap lebih banyak informasi mengenai salah satu spesies ikan purba paling langka di dunia sekaligus memperkuat upaya konservasi di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....