Tutup Rakor Pendis, Ahmad Sholeh Dorong Madrasah Tinggalkan Legasi Terbaik
- 29 Jun 2026 17:11 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Pendidikan Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara resmi ditutup oleh Kepala Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kemenag Sulut, H. Ahmad Sholeh, M.Pd, yang hadir mewakili Kepala Kantor Wilayah, di Hotel Sentra, pada Senin 29 Juni 2026.
Penutupan Rakor menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen seluruh insan madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam di Sulawesi Utara. Selama kegiatan berlangsung, para peserta memperoleh penguatan dari dua narasumber nasional, yakni Dr. H. Abdul Basit, S.Ag., M.M, Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi pada Direktorat KSKK Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, serta Dr. H. Samsudin, M.Pd, Kepala MAN 2 Kota Malang, Jawa Timur, yang membagikan praktik-praktik baik dalam pengelolaan madrasah.
Dalam sambutannya, Ahmad Sholeh mengajak seluruh kepala madrasah untuk menjadikan keberhasilan MAN 2 Kota Malang sebagai inspirasi dalam membangun budaya mutu di satuan pendidikan masing-masing. Menurutnya, salah satu kunci keberhasilan adalah membangun komunikasi yang erat dengan komite madrasah, terutama dalam menghadapi penerimaan peserta didik baru.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan tidak pernah diraih tanpa pengorbanan dan kerja sama dari berbagai pihak. Karena itu, kepala madrasah diminta mencermati berbagai program yang belum dapat dibiayai melalui DIPA, kemudian mengoptimalkan koordinasi, sinergi, dan kolaborasi bersama komite madrasah untuk menghimpun sumbangan sukarela dari masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selain aspek pendanaan, Ahmad Sholeh juga mendorong inovasi dalam penyelenggaraan pendidikan melalui penerapan Sistem Kredit Semester (SKS). Ia berharap setidaknya satu atau dua madrasah di Sulawesi Utara bersedia menjadi pilot project penerapan SKS sebagai langkah percepatan pembelajaran bagi peserta didik yang memiliki potensi akademik lebih.
"Kita membutuhkan madrasah yang berani berinovasi. SKS dapat menjadi salah satu model percepatan yang layak dikembangkan di Sulawesi Utara," ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa setiap kepala madrasah memiliki tanggung jawab untuk meninggalkan legasi yang baik selama masa kepemimpinannya. Legasi tersebut bukan hanya berupa pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas tata kelola, budaya kerja, prestasi akademik, dan karakter peserta didik.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Sholeh juga menyoroti capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) Sulawesi Utara. Menurutnya, selisih capaian daerah dengan rata-rata nasional tidak terlalu jauh sehingga peluang untuk meningkatkan prestasi masih sangat terbuka.
"Perbedaannya tidak banyak. Kita mampu mengejar jika pembinaan dilakukan secara konsisten melalui try out, pengayaan, dan pendampingan yang berkelanjutan," tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan kompetensi manajerial kepala madrasah sebagai fondasi utama dalam mewujudkan lembaga pendidikan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing. Kepemimpinan yang visioner, menurutnya, akan menentukan arah perkembangan madrasah di masa depan.
Rakor Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kemenag Sulawesi Utara diikuti oleh para Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, Kepala Seksi Pendidikan Islam, para Kepala Madrasah, panitia pelaksana, serta jajaran Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara.
Melalui rakor ini diharapkan terbangun komitmen bersama untuk terus memperkuat mutu pendidikan Islam, memperluas kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta menghadirkan madrasah yang semakin berkualitas, inovatif, dan mampu melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, serta siap menjawab tantangan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....