Budayawan Sulut: Museum Modern Perlu Hidupkan Budaya Masa Kini

  • 22 Jun 2026 14:56 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Fungsi museum era modern kini bergeser menjadi ruang dinamis untuk menghidupkan kebudayaan masa lalu dan masa kini. Budayawan Denni Pinontoan menyampaikan gagasan mengenai reorientasi peran lembaga kebudayaan tersebut.

Institusi ini idealnya tidak lagi dipandang sekadar sebagai gedung tempat penyimpanan objek atau artefak purbakala semata. Tempat tersebut harus bertransformasi menjadi pusat pengetahuan yang aktif bergerak melalui berbagai program edukasi publik.

"Di banyak negara sekarang museum modern itu justru dia adalah ruang untuk menghidupkan kebudayaan baik masa lalu maupun kebudayaan masa kini sehingga ketika kita bicara museum adalah etalase kebudayaan maka seharusnya dia juga menjadi pusat edukasi pengetahuan," ucap Denni beberapa waktu lalu pada dialog rri Manado.

Konsep etalase kebudayaan dapat diwujudkan secara nyata melalui penyelenggaraan ragam aktivitas seni pada setiap jam operasional. Pengelola dapat menggelar pertunjukan seni tradisional secara berkala untuk menarik minat kunjungan masyarakat luas.

"Mungkin ada di situ baca puisi yang berbahasa daerah atau ada pameran dari pelukis yang ada dari Sangihe kah, Minahasa kah, dan lain-lain sehingga kalau orang berkunjung mereka tidak hanya melihat koleksi saja, pajangan saja, tapi melihat kebudayaan juga hidup hari ini," katanya.

Langkah kreatif tersebut dinilai mampu memberikan pengalaman baru bagi para pengunjung saat mengamati koleksi yang dipajang. Masyarakat tidak hanya menyaksikan benda mati melainkan juga merasakan denyut perkembangan seni budaya yang sedang bertumbuh.

"Kalau dalam pemahaman tradisional museum, ya untuk orang mengunjungi masa lalu tapi bagi saya dalam pengertian modern, museum itu adalah untuk mengunjungi kebudayaan masa lalu tapi juga kebudayaan masa kini," sebutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....