Jangan Asal Minum Jamu, Dokter Ingatkan Risiko Salah Dosis
- 17 Jun 2026 16:32 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Ingrid Tania, mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengonsumsi jamu meskipun berasal dari bahan alami. Menurutnya, bahan alami tidak selalu aman jika digunakan tanpa memperhatikan kandungan, dosis, hingga cara pengolahannya.
“Bukan berarti segala apa yang alami itu pasti aman,” kata dr. Ingrid dalam talkshow Keluarga Sehat Kementerian Kesehatan.
Ia menjelaskan, jamu merupakan ramuan berbahan alam yang telah digunakan secara turun-temurun dan memiliki manfaat luas, mulai dari menjaga kesehatan, meningkatkan kebugaran, mencegah penyakit, hingga membantu proses pengobatan dan pemulihan.
Namun, manfaat tersebut hanya bisa diperoleh apabila jamu dikonsumsi dengan cara yang benar. Karena itu, masyarakat perlu mengetahui bahan yang digunakan, takaran yang sesuai, serta proses pengolahan yang tepat.
“Kalau pemilihan tanaman salah, cara meramu kurang benar, atau takarannya tidak tepat, itu belum tentu aman,” ujarnya.
Menurut dr. Ingrid, banyak masyarakat menganggap semua bahan alami aman dikonsumsi dalam jumlah berapa pun. Padahal, air putih yang merupakan bahan alami sekalipun dapat menimbulkan dampak buruk jika dikonsumsi secara berlebihan.
Ia juga menyoroti proses pembuatan jamu rumahan maupun jamu racikan. Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah penggunaan alat perebus. Ia mengimbau masyarakat menghindari penggunaan panci berbahan aluminium karena dikhawatirkan dapat bereaksi dengan zat aktif dalam tanaman herbal.
“Yang dianjurkan itu panci dari bahan stainless steel, tanah liat, kaca, atau enamel. Aluminium sangat tidak dianjurkan karena dikhawatirkan akan berinteraksi dengan zat-zat dari herbal yang direbus,” katanya menjelaskan.
Selain itu, dr. Ingrid meminta masyarakat lebih teliti saat membeli jamu gendong. Ia mengingatkan agar tidak membeli jamu yang disimpan dalam botol bekas air mineral karena berpotensi menimbulkan kontaminasi mikroplastik.
“Kalau misalnya minum jamu atau membeli jamu gendong, lihat dulu botolnya. Kalau pakai botol bekas air mineral, jangan dipilih, jangan dibeli yang seperti itu,” ujarnya.
Ia menambahkan, masyarakat bisa memperoleh informasi yang benar mengenai jamu dari sumber terpercaya seperti Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), maupun organisasi profesi yang bergerak di bidang pengembangan obat tradisional dan jamu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....