Rekrutmen Mahasiswa FK Unima Angkatan Pertama Dipastikan Objektif - Transparan

  • 14 Jun 2026 22:53 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Minahasa – Universitas Negeri Manado (Unima) memastikan proses rekrutmen mahasiswa angkatan pertama Fakultas Kedokteran (FK) dilakukan secara objektif, independen, dan transparan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Unima, Mister Gidion Maru, usai peluncuran FK Unima. Diungkapkannya, bahwa Unima menggandeng tim dari Universitas Brawijaya (UB) dalam seluruh tahapan seleksi guna menjamin kualitas calon mahasiswa yang diterima.

“Proses rekrutmen calon mahasiswa FK ini kami lakukan semaksimal mungkin secara objektif dan independen. Kami bersyukur didampingi oleh tim dari UB, bahkan para dokter dari UB yang langsung melakukan tes. Ini menjamin transparansi, kualitas, dan independensi proses seleksi,” ujarnya.

Gidion menjelaskan, program ini melibatkan pemerintah kabupaten/kota di Sulawesi Utara. Setiap daerah mengusulkan maksimal 10 calon mahasiswa yang kemudian mengikuti seleksi ketat di Unima menggunakan sistem yang telah terstandarisasi dan diterapkan di UB.

“Dari setiap kabupaten/kota diusulkan 10 calon, kemudian diseleksi dan diambil tiga terbaik. Sistem yang digunakan bahkan telah memenuhi standar internasional yang selama ini dipraktikkan di UB,” katanya.

Dari total 140 pendaftar yang berasal dari 15 kabupaten/kota, sebanyak 37 calon mahasiswa berhasil lolos pada tahap pertama. Para peserta yang diterima diyakini memiliki kualitas akademik yang baik untuk mengikuti pendidikan dokter hingga nantinya mampu melewati uji kompetensi nasional.

Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Unima, Mister Gidion Maru. (Foto: RRI/Anugrah)

“Kami mendapatkan 37 calon mahasiswa yang kami yakini sangat berkualitas. Harapan kami, kualitas ini akan terlihat ketika mereka menyelesaikan pendidikan dan mampu lulus uji kompetensi dokter,” jelas Gidion.

Ia menambahkan, masih terdapat beberapa daerah yang belum memenuhi kuota yang tersedia. Karena itu, Unima akan membuka kesempatan seleksi lanjutan agar kebutuhan daerah terhadap tenaga dokter dapat terpenuhi.

Program FK Unima ini juga mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Sesuai arahan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, fakultas tersebut menjadi salah satu model percontohan program afirmasi pendidikan kedokteran yang berorientasi pada kebutuhan daerah.

“Ini menjadi pionir di Indonesia untuk program afirmasi pendidikan kedokteran yang menitikberatkan pada pemenuhan kebutuhan daerah, khususnya di Sulawesi Utara,” ungkapnya.

Dia pun berharap seluruh mahasiswa yang diterima dapat menjalani pendidikan dengan penuh tanggung jawab dan tetap berpegang pada komitmen awal untuk kembali mengabdi di daerah asal masing-masing setelah menyelesaikan studi.

“Kami berharap mereka benar-benar menjalani proses belajar dengan sungguh-sungguh dan nantinya kembali membangun daerah mereka melalui sektor kesehatan. Itulah tujuan utama program ini,” pungkasnya.

(Anugrah Pandey)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....