Pasca Gempa M7,7 Guncang Sulut, Warga Manado Tetap Beraktivitas

  • 08 Jun 2026 09:24 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Senin, 8 Juni 2026 pagi sekitar pukul 07.37 WITA membuat sejumlah warga Kota Manado sempat panik. Namun, berdasarkan pantauan di kawasan Pantai Megamas, aktivitas masyarakat tetap berlangsung normal.

Di lokasi, sejumlah warga terlihat tetap berolahraga dan beraktivitas seperti biasa. Beberapa perahu juga masih tampak berlayar di perairan sekitar pantai.

Bahkan, warga masih dapat menikmati sarapan di warung-warung yang berada di tepi pantai.

Salah satu warga, Taka, mengaku panik saat gempa terjadi. Saat itu, ia sedang tertidur di kamar apartemen yang berada di lantai atas.

“Tadi panik, buru-buru keluar karena posisi sedang tidur. Kita lari ke bawah bersama teman untuk menyelamatkan diri,” ujarnya.

Sementara itu, petugas parkir di kawasan Megamas dekat Kantor Dinas Pariwisata, Valentino Saikat, mengatakan situasi di kawasan tersebut masih berjalan normal pascagempa.

“Masih seperti biasa, belum ada imbauan apa-apa dan kami tetap menjaga di sini,” katanya.

Valentino menambahkan, hingga saat ini masih ada sejumlah warga yang melakukan jogging di area pantai. Belum ada arahan khusus yang disampaikan pihak pengelola kawasan Megamas terkait aktivitas masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan akibat gempa di Kota Manado.

Diketahui, gempa tersebut berlokasi pada koordinat 5,69 Lintang Utara dan 125,05 Bujur Timur dengan kedalaman 105 kilometer. Pusat gempa berada sekitar 236 kilometer barat laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

Berdasarkan hasil pemodelan, gempa bumi ini berpotensi menimbulkan tsunami dengan status Siaga di sejumlah wilayah, yakni Minahasa, Bolaang Mongondow, Kota Manado, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Buol, Kepulauan Sangihe, Gorontalo, Kepulauan Talaud, Kepulauan Minahasa, Toli-Toli, Kota Palu, Donggala, Kota Ternate, dan Kota Bitung.

Sementara itu, status Waspada diberlakukan untuk Kota Tidore, Bulungan, Nunukan, Halmahera, Kota Tarakan, Halmahera Utara, Kutai Timur, Kota Bontang, dan Berau.

Masyarakat di wilayah berstatus Siaga diimbau segera menjauhi pantai dan menuju lokasi yang lebih tinggi. Sedangkan masyarakat di wilayah berstatus Waspada diminta tidak melakukan aktivitas di kawasan pantai maupun di sepanjang tepian sungai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....