Turis Tiongkok Kembali Dominasi Kunjungan ke Sulut

  • 03 Jun 2026 15:24 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Sektor pariwisata Sulawesi Utara (Sulut) mencatat pergeseran tren pada April 2026. Wisatawan mancanegara (wisman) asal Tiongkok kembali mendominasi kunjungan ke Sulawesi Utara, menggeser posisi Korea Selatan yang sempat memimpin pada bulan sebelumnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Watekhi, menyampaikan bahwa total kunjungan wisman yang masuk secara langsung ke Sulut pada April 2026 mencapai 9.006 kunjungan. Angka ini melandai sebesar 21,8 persen dibanding bulan Maret lalu.

"Kunjungan wisman tertinggi adalah dari Tiongkok sebesar 4.182 kunjungan. Kemudian terbesar kedua dari Korea Selatan dengan 3.608 kunjungan," ujar Watekhi, Selasa, 2 Juni 2026.

Secara bulanan, tren kunjungan turis Tiongkok tumbuh positif 2,68 persen, sementara Korea Selatan merosot 13,56 persen. Watekhi mengindikasikan adanya pengaruh eksternal di balik pergeseran peta pasar turis asing ini.

"Ini barangkali ada kaitannya dengan jumlah frekuensi penerbangan dan dinamika geopolitik internasional," katanya menjelaskan.

Meski melandai secara bulanan, jika dibanding April 2025, total wisman ke Sulut tetap melonjak tajam hingga 120,14 persen.

Sektor Perhotelan dan Transportasi Melandai

Penurunan volume wisman berimbas pada pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) yang tercatat sebanyak 1,21 juta perjalanan, atau turun 6,32 persen secara bulanan.

Kondisi tersebut turut memengaruhi performa akomodasi di Sulut. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang berada di angka 44,12 persen, sedangkan TPK hotel non-bintang terkoreksi ke angka 27,59 persen.

Di sektor transportasi, aktivitas angkutan udara dan laut kompak melandai. Jumlah penumpang pesawat domestik dan internasional yang menggunakan jasa bandara pada April lalu tercatat mencapai 141,49 ribu orang.

"Kondisi ini apabila dibandingkan dengan bulan lalu, baik keberangkatan maupun kedatangan mengalami penurunan," ujar Watekhi menambahkan.

Hal serupa terjadi pada angkutan laut, di mana jumlah kunjungan kapal turun 6,74 persen secara bulanan dengan total 955 unit kapal. Di akhir pemaparannya, Watekhi turut mengingatkan publik mengenai agenda besar nasional yang tengah disiapkan oleh instansinya

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....