Hadiri Perayaan Waisak, Kakanwil: Tebarkan Pesan Damai Antarumat Beragama
- 01 Jun 2026 13:38 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Suasana khidmat dan penuh kedamaian mewarnai peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 di Kota Manado, pada Minggu 31 Mei 2026. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Drs. H. Ulyas Taha, M.Pd, menghadiri dan mengikuti rangkaian perayaan Waisak di dua lokasi berbeda sebagai bentuk penghormatan serta dukungan terhadap kehidupan keagamaan yang harmonis di Bumi Nyiur Melambai.
Agenda pertama dilaksanakan di Vihara Dhammadipa Manado, Kelurahan Lawangirung. Kehadiran Kakanwil disambut hangat oleh pengurus vihara, para bhikkhu, tokoh agama Buddha, dan umat yang memadati vihara untuk mengikuti puja bakti Waisak. Dalam suasana yang sarat nuansa spiritual, umat Buddha bersama-sama memanjatkan doa, melakukan meditasi, dan mendengarkan Dhammadesana yang mengajak umat memperkuat kebijaksanaan, cinta kasih, serta kedamaian dalam kehidupan sehari-hari.
Dari vihara, Kakanwil melanjutkan agenda menghadiri perayaan Waisak di kawasan 108 Big Buddha Arama Kebun Kesadaran Manado. Perayaan yang berlangsung meriah namun tetap khusyuk tersebut menghadirkan enam Bhikkhu Sangha dan diikuti ratusan umat Buddha serta masyarakat lintas agama. Mengusung semangat “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan yang mempererat persaudaraan dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Sulawesi Utara.
Kehadiran Kakanwil Kemenag Sulut di dua lokasi perayaan tersebut tidak sekadar memenuhi undangan seremonial, tetapi juga menjadi simbol nyata komitmen Kementerian Agama dalam menjaga kerukunan umat beragama. Di tengah berbagai tantangan global yang ditandai konflik, polarisasi, dan krisis kemanusiaan, perayaan Waisak menghadirkan pesan universal tentang pentingnya cinta kasih, welas asih, dan penghormatan terhadap martabat sesama manusia.
“Waisak mengajarkan bahwa kedamaian dunia dimulai dari kedamaian dalam hati setiap manusia. Ketika nilai-nilai kasih sayang, kebijaksanaan, dan pengendalian diri dihidupi, maka harmoni sosial akan tumbuh dengan sendirinya,” ujar Kakanwil dalam perbincangan bersama tokoh-tokoh umat Buddha.
Momentum Waisak tahun ini terasa semakin bermakna karena umat Buddha memperingati tiga peristiwa agung dalam kehidupan Buddha Gautama, yakni kelahiran, pencapaian Penerangan Agung, dan Parinibbana. Ketiga peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kehidupan yang bermakna lahir dari perjuangan menaklukkan ego, mengembangkan kebijaksanaan, dan mengabdikan diri bagi kebahagiaan semua makhluk.
Kakanwil juga mengapresiasi kontribusi umat Buddha Sulawesi Utara yang selama ini aktif menjaga kerukunan dan memperkuat persaudaraan lintas iman. Menurutnya, Sulawesi Utara telah menjadi contoh nyata bagaimana keberagaman dapat dirawat menjadi kekuatan sosial yang mempersatukan.
Menjelang detik-detik Waisak yang diperingati umat Buddha pada pukul 15.44.44 WIB, suasana reflektif semakin terasa. Doa-doa dipanjatkan untuk keselamatan bangsa, kedamaian dunia, dan kesejahteraan seluruh umat manusia.
Melalui kehadirannya dalam perayaan Waisak di Vihara Dhammadipa dan 108 Big Buddha Arama Kebun Kesadaran, Kakanwil Kemenag Sulut kembali menegaskan bahwa kerukunan bukan sekadar slogan, melainkan praktik nyata yang harus terus dirawat melalui dialog, penghormatan, dan kehadiran bersama dalam setiap momentum keagamaan.
Semangat Waisak 2570 BE pun diharapkan menjadi cahaya yang menerangi kehidupan bersama, menguatkan persaudaraan, serta menumbuhkan harapan akan dunia yang lebih damai, adil, dan penuh kasih bagi semua.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....