Wihara Buddhayana Tomohon Gaungkan Pesan Kasih Universal di Hari Raya Waisak 2026

  • 01 Jun 2026 06:03 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Tomohon – Perayaan Hari Raya Waisak 2569 BE/2026 saat yang tepat bagi umat Buddha untuk melakukan refleksi mendalam terhadap praktik ajaran Dharma dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam refleksi Waisak yang disampaikan di Wihara Buddhayana, Bhante Pradipa mengingatkan bahwa ajaran Dharma tidak cukup hanya dipahami secara intelektual, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang membawa manfaat bagi sesama.

Menurutnya, inti ajaran Buddha berfokus pada pengembangan batin yang berlandaskan kasih dan kebijaksanaan. Karena itu, umat Buddha diajak untuk terus melatih diri mempraktikkan cinta kasih sebagai fondasi utama dalam perjalanan spiritual.

“Setiap tahun kita harus selalu mengingat bahwa ajaran Dharma tidak hanya dipahami saja, tetapi harus benar-benar dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Ajaran Buddha yang fokus pada pengembangan batin mengajarkan kita untuk mewujudkan kasih, karena dari sanalah kebijaksanaan akan terus berkembang,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kasih yang diajarkan Buddha bersifat universal, tidak dibatasi oleh perbedaan suku, agama, ras, maupun latar belakang sosial. Dalam kehidupan modern yang penuh tantangan dan perbedaan, semangat kasih universal menjadi semakin relevan untuk menjaga harmoni dan persaudaraan antarmanusia.

Bhante Pradipa juga mengingatkan bahwa seseorang dapat terjebak dalam kesombongan atas identitas keagamaan yang dimiliki. Ketika hal itu terjadi, esensi kasih yang menjadi inti ajaran justru dapat terlupakan.

“Kasih yang dipraktikkan harus universal, tidak memandang siapa pun latar belakangnya. Jangan sampai beragama justru membuat kita tidak sadar bahwa kesombongan sedang tumbuh dalam diri dan akhirnya melupakan kasih itu sendiri,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengajak umat untuk terus berjuang menanamkan kebajikan dalam setiap aspek kehidupan. Baginya, pemahaman yang benar tentang makna berbuat baik akan membawa seseorang menjauhi tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Marilah kita lebih berjuang untuk berbuat baik. Karena ketika kita benar-benar memahami arti berbuat baik secara bijaksana, maka kita tidak akan lagi memiliki keinginan untuk berbuat jahat,” tuturnya.

Refleksi Waisak 2026 tersebut menjadi pengingat bahwa nilai-nilai luhur Buddha tidak hanya hidup di ruang ibadah, tetapi harus hadir dalam sikap, perkataan, dan tindakan sehari-hari. Dengan menumbuhkan kasih universal dan kebijaksanaan, umat diharapkan mampu menjadi pembawa kedamaian, mempererat persaudaraan, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.

(Anugrah Pandey)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....