Bolmong Raya dan Kawasan Perkotaan Jadi Magnet Penduduk Migrasi ke Sulut
- 01 Jun 2026 06:59 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Dinamika mobilitas penduduk di Provinsi Sulawesi Utara sepanjang Tahun 2025 menunjukkan tren perpindahan penduduk yang cukup tinggi.
Berdasarkan data Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana Daerah Provinsi Sulawesi Utara pada Data Konsolidasi Bersih (DKB) Semester II Tahun 2025 Ditjen Dukcapil Kemendagri, jumlah migrasi masuk ke Sulawesi Utara tercatat mencapai 88.256 jiwa.
Arus perpindahan penduduk tersebut menunjukkan bahwa Sulawesi Utara masih menjadi salah satu wilayah tujuan mobilitas penduduk yang cukup menarik di kawasan timur Indonesia, terutama pada wilayah perkotaan, pusat jasa, perdagangan, kawasan industri, serta daerah pertumbuhan ekonomi baru.
Kota Manado menjadi daerah dengan jumlah migrasi masuk terbesar yakni mencapai 18.788 jiwa atau sekitar 21,29 persen dari total migrasi masuk provinsi. Posisi ini memperlihatkan kuatnya peran Manado sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, pendidikan, jasa, dan aktivitas ekonomi regional di Sulawesi Utara.
Selain Manado, Kabupaten Minahasa Utara tercatat menerima migrasi masuk sebanyak 9.185 jiwa, disusul Kabupaten Minahasa sebanyak 8.746 jiwa, Kabupaten Minahasa Selatan 8.227 jiwa, serta Kota Bitung sebesar 8.024 jiwa.
Fenomena menarik juga terlihat di kawasan Bolmong Raya yang secara kolektif menjadi salah satu kantong utama migrasi masuk di Sulawesi Utara. Lima wilayah di kawasan ini tercatat menerima total migrasi masuk mencapai 20.526 jiwa atau sekitar 23,26 persen dari total migrasi masuk provinsi.
Kabupaten Bolaang Mongondow menjadi wilayah terbesar di Bolmong Raya dengan jumlah migrasi masuk sebanyak 6.981 jiwa, disusul Bolaang Mongondow Timur 3.877 jiwa, Kota Kotamobagu 3.486 jiwa, Bolaang Mongondow Utara 3.309 jiwa, dan Bolaang Mongondow Selatan sebanyak 2.873 jiwa.
Tingginya arus migrasi menuju kawasan Bolmong Raya menunjukkan semakin meningkatnya daya tarik ekonomi kawasan tersebut, khususnya yang dipengaruhi oleh aktivitas pertambangan, perdagangan regional, pembangunan infrastruktur, pertumbuhan kawasan jasa, serta meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat.
Komposisi migrasi masuk juga menunjukkan dominasi penduduk perempuan dengan jumlah mencapai 69.695 jiwa atau sekitar 78,97 persen, sementara laki-laki sebanyak 18.561 jiwa atau 21,03 persen. Kondisi ini mengindikasikan bahwa mobilitas penduduk tidak hanya dipengaruhi faktor pekerjaan formal, tetapi juga faktor sosial, keluarga, pendidikan, serta perpindahan rumah tangga.
Secara pembangunan daerah, tingginya migrasi masuk menjadi indikator penting meningkatnya konektivitas wilayah, pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru, serta meningkatnya ketergantungan antarwilayah dalam sistem pembangunan regional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....