Waisak Ajarkan Kebenaran, Cinta Kasih dan Perdamaian

  • 31 Mei 2026 13:35 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Perayaan Waisak 2570 Buddhis Era Tahun 2026, mengambil thema "Dharma Membawa Perdamaian Dunia", mengandung pesan mendalam tentang pentingnya penerapan ajaran kebenaran dan cinta kasih dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan perdamaian, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.

Bhiksu Suddha Silo ditemui seusai memberikan ceramah pada perayaan Waisak di Vihara Dhamadipa Manado. mengatakan, ajaran Buddha menekankan bahwa perdamaian dunia berawal dari perilaku setiap individu yang menjalankan kebajikan dan menghindari perbuatan yang merugikan sesama.

"Yang disebut damai adalah ajaran Dharma, ajaran kebenaran, dan ajaran cinta kasih. Ketika setiap orang mempraktikkan cinta kasih dalam kehidupannya, maka perdamaian akan tercipta," ujar Bhiksu Suddha Silo.

Ia menjelaskan, Sang Buddha mengajarkan lima prinsip moral yang menjadi pedoman hidup umat, yakni tidak membunuh, tidak mencuri, tidak melakukan perbuatan asusila, tidak berbohong, dan tidak mengonsumsi hal-hal yang dapat menghilangkan kesadaran. Menurutnya, apabila nilai-nilai tersebut dijalankan oleh seluruh anggota masyarakat, maka akan tercipta lingkungan yang harmonis, aman, dan sejahtera.

Bhiksu Suddha Silo menegaskan bahwa masyarakat yang damai akan melahirkan negara yang damai, dan pada akhirnya berkontribusi terhadap terciptanya perdamaian dunia. Karena itu, para rohaniwan Buddha terus mendorong umat untuk menjalankan sila dan ajaran Sang Buddha dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui kepedulian sosial dan semangat saling membantu.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya toleransi dan nilai kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, kebajikan tidak hanya ditujukan kepada sesama umat Buddha, tetapi kepada seluruh manusia tanpa memandang agama, suku, maupun latar belakang lainnya.

"Kita semua adalah manusia yang hidup di bumi yang sama. Karena itu kita harus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, saling menghormati, saling membantu, dan tidak saling menyakiti," katanya.

Dalam kunjungan pertamanya ke Kota Manado, Bhiksu Suddha Silo mengaku terkesan dengan kerukunan umat Buddha serta tingginya toleransi antarumat beragama yang terjalin di kota tersebut. Ia menilai suasana harmonis yang tercipta di Manado menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai perdamaian dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui momentum Waisak 2026, Bhiksu Suddha Silo berharap semangat Dharma dan cinta kasih dapat terus ditanamkan dalam kehidupan masyarakat sehingga mampu menghadirkan kedamaian, kebahagiaan, dan kesejahteraan bagi semua makhluk.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....