BMKG: Siklon Tropis di Laut Filipina Picu Cuaca Ekstrem di Sulut

  • 29 Mei 2026 14:50 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem di sebagian wilayah Sulawesi Utara dipicu oleh kemunculan badai siklon tropis di Laut Filipina. Badai yang berada di perbatasan wilayah Kepulauan Talaud ini mengakibatkan hujan intensitas tinggi disertai angin kencang.

Kondisi tersebut diperparah oleh adanya gangguan atmosfer regional, seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) serta Gelombang Equatorial Rossby dan Kelvin. Akibat akumulasi fenomena cuaca ini, sejumlah titik di Sulawesi Utara terpantau mengalami bencana banjir dalam beberapa hari terakhir.

Prakirawan BMKG Manado, Mega Indriani menjelaskan, berdasarkan imbauan yang dikeluarkan sejak 25 hingga 29 Mei 2026, puncak hujan lebat sebenarnya telah terlewati pada 27 Mei kemarin. Namun, potensi ancaman cuaca dinilai belum sepenuhnya berakhir.

"Untuk hari ini dan besok ada potensi, tapi potensinya tidak setinggi hari kemarin," ujar Mega, Kamis, 28 Mei 2026.

Mega menambahkan, sebaran hujan intensitas sedang dan angin kencang saat ini masih membayangi beberapa daerah spesifik. Wilayah yang diwajibkan meningkatkan kewaspadaan meliputi Bitung, Minahasa Utara, hingga Kepulauan Talaud, sementara daerah lain terpantau cenderung lebih aman.

"Potensi angin kencangnya masih berpotensi terjadi di wilayah Bitung, Minahasa Utara, dan Kepulauan Talaud," katanya menambahkan.

Terkait situasi lapangan yang belum stabil, BMKG meminta masyarakat untuk tidak lengah. Warga diimbau untuk terus memperbarui dan memantau perkembangan informasi cuaca resmi dari instansi pemerintah guna memitigasi risiko dampak lanjutan di wilayah masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....