Banjir Bandang Terjang Desa Solimandungan II Bolmong, Kodim 1303/Bolmong Bergerak

  • 28 Mei 2026 09:39 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, memicu banjir bandang di Desa Solimandungan II pada Rabu Sore, 27 Mei 2026.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.45 Wita. Derasnya aliran air dari kawasan perbukitan yang membawa ranting dan dahan pohon menyebabkan saluran drainase tersumbat sehingga tidak mampu menampung debit air. Akibatnya, air meluap ke permukiman warga dengan ketinggian mencapai sekitar satu meter.

Banjir bandang tersebut mengakibatkan sejumlah rumah warga terdampak lumpur serta material kayu yang terbawa arus. Hingga saat ini, tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Sementara itu, kerugian materiil masih dalam proses pendataan oleh aparat terkait.

Merespons kejadian tersebut, personel jajaran Kodam XIII/Merdeka melalui Kodim 1303/Bolaang Mongondow bersama aparat Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow langsung turun ke lokasi untuk meninjau kondisi wilayah terdampak sekaligus memimpin langkah penanganan darurat.

Kodim 1303/Bolmong juga mengerahkan personel dari Koramil 1303-09/Bolaang, Koramil 1303-10/Poigar, dan Koramil 1303-11/Lolak guna membantu proses evakuasi, pembersihan material lumpur, serta memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir.

Kepala Penerangan Kodam XIII/Merdeka, Kolonel Kav Sofyan, menegaskan bahwa pihaknya akan terus hadir membantu masyarakat yang terdampak bencana melalui pengerahan personel di lapangan serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.

“Kami telah mengerahkan personel untuk membantu proses evakuasi dan pembersihan di lokasi terdampak banjir. Kodam XIII/Merdeka melalui satuan jajaran akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait guna memastikan penanganan berjalan cepat dan aman,” ujar Sofyan.

Pihak terkait mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, mengingat curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....