Eksis 5 Tahun, Dinas Kesehatan Sulut Dukung KCBD Edukasi Mental Health

  • 23 Mei 2026 17:28 WIB
  •  Manado
Poin Utama
  • Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara mengapresiasi KCBD yang tetap eksis selama lima tahun mendampingi masyarakat dalam isu kesehatan mental sejak berdiri pada masa pandemi Covid-19.
  • Dinkes Sulut menilai kehadiran komunitas seperti KCBD membantu pemerintah dalam upaya promotif dan preventif kesehatan jiwa sekaligus menurunkan stigma kesehatan mental di masyarakat.
  • Pemerintah mencatat peningkatan kasus gangguan cemas, depresi hingga psikosis akibat perubahan gaya hidup modern, sehingga layanan kesehatan mental di puskesmas dan kolaborasi dengan komunitas terus diperkuat.

RRI.CO.ID, Manado — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara memberikan apresiasi kepada Komunitas Cegah Bunuh Diri (KCBD) yang dinilai konsisten memberikan pendampingan kesehatan mental melalui berbagai program selama lima tahun terakhir.

Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Seksi P2PTM dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Sulut, Dokter Felicia Kalesaran, saat menghadiri kegiatan konseling gratis dalam rangka perayaan HUT ke-5 KCBD pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Menurut dr. Felicia, keberadaan KCBD yang lahir pada masa pandemi Covid-19 menjadi salah satu bentuk nyata dukungan masyarakat dalam upaya promotif dan preventif kesehatan jiwa.

“Dari pemerintah sendiri melihat keberadaan KCBD yang sudah eksis di Manado selama lima tahun tentu sangat membanggakan. KCBD yang lahir saat pandemi Covid-19 terus berkembang. Ini menunjukkan bahwa upaya promotif dan preventif kesehatan jiwa yang menjadi tujuan program pemerintah mulai berdampak,” ujarnya.

Ia mengatakan, pemerintah terus mendorong penurunan stigma terhadap isu kesehatan mental melalui berbagai program dari Kementerian Kesehatan hingga Dinas Kesehatan daerah. Menurutnya, hadirnya komunitas-komunitas peduli kesehatan mental menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan jiwa.

“Dengan terbentuknya komunitas-komunitas yang bergerak di bidang kesehatan mental, stigma perlahan mulai menurun dan KCBD merupakan komunitas pertama yang terbentuk,” katanya.

Dr. Felicia juga menyoroti pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah perubahan gaya hidup masyarakat modern saat ini. Ia menyebut, meningkatnya angka gangguan kecemasan, depresi hingga psikosis menjadi tantangan serius di bidang kesehatan jiwa.

“Di era saat ini, masyarakat menghadapi banyak perubahan dan adaptasi kehidupan modern. Orang cenderung lebih tertutup sehingga angka gangguan cemas, depresi hingga psikosis mengalami peningkatan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri karena berdasarkan data cek kesehatan gratis, presentasi diagnosis gangguan kesehatan mental meningkat akhir-akhir ini,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah terus berupaya memperkuat layanan kesehatan mental melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Utara.

Menurut dr. Felicia, puskesmas di 15 kabupaten dan kota diharapkan mampu memberikan layanan kesehatan mental secara menyeluruh mulai dari promotif, preventif, kuratif hingga rehabilitatif.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga menaruh harapan besar kepada komunitas seperti KCBD untuk terus menjadi mitra dalam mendukung pelayanan dan edukasi kesehatan mental di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....