Rayakan 5 Tahun, KCBD Gelar Konseling Gratis untuk Peduli Kesehatan Mental
- 23 Mei 2026 15:59 WIB
- Manado
Poin Utama
- KCBD merayakan 5 tahun perjalanan komunitas dengan menggelar kegiatan konseling gratis bertema “Bicarakan, Kami Mendengarkan karena Setiap Hidup Berharga”
- Founder KCBD, Hanna Monareh menegaskan kegiatan ini bertujuan mendekatkan layanan kesehatan mental kepada masyarakat serta membantu mereka mengenali kondisi psikologis sejak dini.
- KCBD lahir pada masa pandemi Covid-19 dari komunitas “Teman Bacirita” dan selama lima tahun terakhir berupaya menjadi ruang aman bagi masyarakat yang berjuang dengan isu kesehatan mental dan pencegahan bunuh diri.
RRI.CO.ID, Manado - Momentum perayaan lima tahun Komunitas Cegah Bunuh Diri (KCBD) dimaknai melalui kegiatan konseling gratis bertema “Bicarakan, Kami Mendengarkan karena Setiap Hidup Berharga” yang digelar di Mister Donut Kawasan Megamas pada Sabtu, 23 Mei 2026. Kegiatan tersebut dihadirkan sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya isu kesehatan mental di tengah masyarakat.
Melalui layanan konseling gratis, KCBD ingin lebih dekat dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan pendampingan psikologis. Founder KCBD sekaligus Praktisi Psikolog Klinis, Hanna Monareh mengatakan, kegiatan ini menjadi upaya KCBD untuk membuka ruang aman bagi masyarakat yang sedang berjuang dengan kesehatan mental.
“Karena kami ingin lebih dekat lagi dengan sahabat KCBD yang biasa kami sapa. Kami juga ingin hadir bagi mereka yang sedang berjuang dengan kesehatan mental. Kami ingin membantu mereka mulai belajar melakukan screening terhadap diri sendiri sehingga memiliki kesadaran bahwa mereka berhak menerima layanan kesehatan mental,” ujar Hanna.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan konseling tersebut turut didampingi oleh psikolog klinis guna memberikan layanan dan pendampingan secara profesional kepada peserta. Hanna mengungkapkan, perjalanan KCBD selama lima tahun menjadi pengalaman yang penuh makna. Menurutnya, kehadiran komunitas ini telah membantu banyak orang yang sempat berada di titik terendah dalam hidup mereka.
“Kehadiran KCBD selama lima tahun ini mungkin tidak bisa disampaikan dengan kata-kata. Namun, kami percaya KCBD bisa membantu menyelamatkan jiwa-jiwa yang hampir menyerah. Mungkin kami belum bisa merangkul banyak orang, tetapi setidaknya ada satu atau dua jiwa yang bisa kami bantu sehingga mereka masih bisa bertahan hidup sampai saat ini,” katanya.
Hanna juga menceritakan awal mula terbentuknya KCBD yang berawal pada masa pandemi Covid-19. Saat itu, ia banyak bertemu dengan masyarakat yang mengalami tekanan mental dan membutuhkan ruang untuk bercerita.
“Di luar sana, saat pandemi Covid-19, banyak orang berjuang dengan isu kesehatan mental. Saya bertemu langsung dengan mereka dan melayani melalui konseling. Namun saya menyadari itu saja tidak cukup, mereka membutuhkan ruang untuk didengar. Akhirnya bersama beberapa teman kami membentuk komunitas yang awalnya bernama Teman Bacirita,” jelas Hanna.
Seiring berjalannya waktu, komunitas tersebut kemudian berkembang dan berganti nama menjadi Komunitas Cegah Bunuh Diri (KCBD) agar lebih dikenal luas dan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Puji Tuhan, semakin banyak orang yang mengenal dan bergabung bersama KCBD,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....