Aplikasi 'Halo Stroke' Resmi Dirilis, Permudah Pendampingan Penyintas

  • 22 Mei 2026 22:42 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Sebuah terobosan kesehatan digital lewat aplikasi berbasis web bernama "Halo Stroke" resmi diperkenalkan bagi penyintas stroke di Sulawesi Utara dan Gorontalo dalam kegiatan launching event di Atrium Manado Town Square (Mantos) 3, Jumat, 22 Mei 2026.

Platform digital ini merupakan salah satu luaran dari proyek penelitian kesehatan “Community-Assisted Ecosystem Framework (CAEF) for Disabled Stroke Survivors” yang mengeksplorasi kebutuhan pasien demi menciptakan sistem pendukung digital yang paling sesuai.Aplikasi ini lahir dari proyek penelitian bersama antara FK Unsrat, Monash University, FK UNG, Fasilkom UI, PPDI, dan Yastroki, melalui dukungan pendanaan dari KONEKSI.

Peluncuran Resmi Aplikasi Hallo Stroke, di Atrium Mantos 3, Jumat, 22 Mei 2026. (Foto: RRI/ Noni).

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sulut, Denny Mangala, menyampaikan apresiasi yang tinggi dari Pemerintah Provinsi. Ia menyoroti angka kasus stroke di daerah tersebut yang butuh perhatian serius.

"Data prevalensi stroke kita mencapai 11,3 dari seribu penduduk. Ini cukup tinggi," ujar Denny.

Ia menilai kehadiran platform digital ini menjadi angin segar bagi dunia kesehatan daerah. Menurutnya, program ini sejalan dengan upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah.

"Kehadiran Halo Stroke sangat membantu pemerintah dan masyarakat, aplikasi ini menjadi langkah preventif yang sangat baik," katanya menambahkan.

Sementara itu, perwakilan tim peneliti FK Unsrat, dr. Arthur Hendrik Philips Mawuntu, menjelaskan platform ini dirancang untuk memaksimalkan bantuan komunitas lewat teknologi. Aplikasi ini diklaim bisa mendampingi pasien secara berkala melalui berbagai fitur penunjang medis yang lengkap.

"Aplikasi Halo Stroke bermanfaat sejak serangan awal hingga pemulihan," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan ragam layanan digital yang sengaja disematkan di dalam sistem web ini untuk kebutuhan harian pasien. Layanan tersebut mempermudah keluarga untuk melacak fasilitas kesehatan darurat yang paling siap secara cepat.

"Di dalam aplikasi ini terdapat fitur pelacak lokasi rumah sakit yang stroke ready," urai dr. Arthur.

Selain memetakan rumah sakit terdekat, sistem ini juga menyediakan pusat informasi operasional medis serta ruang interaksi khusus antar-penderita. Fitur ini dirancang agar para penyintas bisa saling memberikan dukungan moral.

Tak kalah penting, platform ini juga berfungsi sebagai asisten digital harian guna memastikan proses pemulihan berjalan disiplin di rumah. Pihak tim peneliti telah mengintegrasikan berbagai sistem alarm terjadwal serta materi edukasi visual.

"Kami menyediakan konten edukasi berbasis video pendek, serta fitur pengingat minum obat, jadwal kontrol, dan fisioterapi," kata dr Arthur.

Seluruh paket fitur penunjang medis tersebut sengaja dikelompokkan dalam satu pintu berbasis situs web. Langkah ini diambil agar masyarakat tidak perlu terbebani dengan urusan teknis pembaruan aplikasi dan bisa langsung fokus pada perawatan berkala para pasien pasca-serangan.

Pengembangan aplikasi ini juga didukung penuh secara internasional. Prof. Juliana Sutanto, PhD, peneliti dari Monash University, mengungkapkan komitmen jangka panjang kampus tersebut setelah pendanaan dari KONEKSI selesai pertengahan tahun ini.

"Monash sangat suportif memberikan internal fundings," kata Prof. Juliana.

Pihak universitas memastikan program ini tidak akan berhenti di tengah jalan. Mereka menyiapkan skema pendanaan mandiri untuk memperluas jangkauan layanan ke depan.

"Dana dari Monash Incubation ini untuk meneruskan dan mengekspansi aplikasi," katanya.

Ke depan, pengelolaan aplikasi Halo Stroke akan diserahkan penuh kepada pemangku kepentingan lokal. Hak kelola penuh bakal dipegang oleh FK Unsrat untuk wilayah Manado dan FK UNG untuk wilayah Gorontalo guna memastikan keberlanjutan layanan bagi masyarakat lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....