SMK Negeri 2 Tondano dan SMKS Pelita Harapan Bitung Wakili Sulut di Program 3+1

  • 20 Mei 2026 20:30 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Sebanyak 3.000 lulusan SMK dan 600 lulusan Lembaga Kursus Pelatihan (LKP) se-Indonesia resmi dilepas untuk bekerja di luar negeri. Pelepasan dirangkaikan dengan peluncuran Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri skema 3+1 di Surabaya, Rabu , [20/5/2026], bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional.

Kegiatan ini dilepas langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed. Program 3+1 menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperluas akses kerja global bagi lulusan vokasi.

Program 3+1 memungkinkan siswa SMK belajar 3 tahun di sekolah dan 1 tahun magang kerja di luar negeri melalui skema resmi pemerintah bersama mitra industri global. Sebelum berangkat, lulusan dibekali kemampuan bahasa asing, sertifikasi kompetensi, dan pemahaman budaya kerja negara tujuan.

Dari ribuan SMK di Indonesia, hanya 49 sekolah yang dinyatakan lolos seleksi ketat untuk menjalankan program ini. Di Sulawesi Utara, hanya dua sekolah yang masuk daftar: yakni SMK Negeri 2 Tondano dan SMKS Pelita Harapan Bitung.

Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Femmy J. Suluh, M.Si., menyebut lolosnya dua sekolah tersebut sebagai bukti mutu pendidikan vokasi Sulut sudah diakui secara nasional.

“Ini peluang besar. Anak-anak Sulut tidak hanya siap kerja di dalam negeri, tapi sudah punya jalur langsung ke luar negeri dengan kompetensi yang diakui. Kami dorong sekolah lain untuk mempersiapkan diri mengikuti seleksi berikutnya,” ujar Kadis Femmy Suluh.

Kepala SMK Negeri 2 Tondano, Maria, S.Pd., menyambut baik terpilihnya sekolahnya dalam program 3+1. Menurutnya, program ini membuka akses siswa ke pengalaman kerja internasional tanpa harus menunggu lulus kuliah.

“Kami akan memastikan siswa yang berangkat sudah siap secara teknis maupun mental. Ini jalan bagi anak daerah untuk membantu keluarga sekaligus membawa nama baik Sulut di luar negeri,” kata Maria.

Salah satu siswa SMK Negeri 2 Tondano yang lolos seleksi juga mengaku bangga. “Kami akan buktikan anak daerah juga bisa bersaing,” ujarnya singkat.

Model Link and Match ke Pasar Global

Pemerintah menargetkan Program 3+1 menjadi model penguatan link and match antara SMK dengan pasar kerja global. Skema ini diharapkan mengurangi pengangguran lulusan vokasi sekaligus meningkatkan devisa negara dari tenaga kerja terampil.

Dengan pelepasan 3.600 lulusan kali ini, pemerintah optimistis program kebekerjaan luar negeri akan terus meluas ke lebih banyak sekolah vokasi di Indonesia pada tahun-tahun mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....