Kurban Siap Saji Tawarkan Kemudahan bagi Warga Manado

  • 20 Mei 2026 11:40 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, tren pelaksanaan kurban di Kota Manado mulai mengalami perubahan dengan hadirnya layanan kurban praktis yang menawarkan kemudahan bagi masyarakat. Layanan ini tidak hanya menyediakan hewan kurban, tetapi juga mencakup proses penyembelihan hingga pengolahan daging siap saji.

Pemilik peternakan kambing di Loreng, Kelurahan Bailang, Kecamatan Bunaken sekaligus anggota Juru Sembelih Halal (Juleha) Kota Manado, Faisal Salim, mengatakan konsep kurban praktis mulai banyak diminati masyarakat karena dinilai lebih mudah dan efisien.

“Nah, kita tawarkan si gulai. Jadi beli kambing, cek di kandang, harga kambingnya sudah deal, nanti kita yang masak. Kita yang sembelih, atas nama si pembeli, lalu setelah masak baru kita antar ke rumah untuk dibagikan dalam bentuk matang,” ujar Faisal saat diemui, Selasa, 19 Mei 2026.

Ia menjelaskan, layanan tersebut menjadi alternatif bagi masyarakat yang tidak ingin repot dalam proses distribusi daging kurban. Dengan sistem ini, pembeli cukup memilih hewan di kandang, kemudian seluruh proses hingga penyajian dilakukan oleh pihak peternak.

Pemilik peternakan kambing di Loreng, Kelurahan Bailang, Kecamatan Bunaken sekaligus anggota Juru Sembelih Halal (Juleha) Kota Manado, Faisal Salim, saat ditemui, Selasa, 19 Mei 2026. (Foto: RRI/ Noni).

Meski demikian, Faisal menegaskan bahwa aspek kesehatan hewan kurban tetap menjadi prioritas utama. Menurutnya, hewan yang dijual harus memenuhi standar kelayakan sesuai syariat Islam dan dalam kondisi sehat sebelum disembelih.

“Yang penting kambing harus sehat. Dia tidak boleh luka, tidak boleh sakit, dan juga tidak boleh hamil untuk betina,” katanya menegaskan.

Selain itu, ia juga memperhatikan pola pakan ternak untuk menjaga kualitas hewan kurban. Pemberian pakan yang tepat dinilai berpengaruh langsung terhadap kesehatan kambing.

“Jangan dikasih rumput basah karena hujan, itu langsung sakit perut. Jadi mending dia tidak makan daripada makan rumput basah,” ujarnya.

Faisal menambahkan, dalam beberapa kasus, peternak juga memberikan perawatan tambahan seperti obat-obatan dan vitamin untuk menjaga kondisi ternak tetap prima, terutama menjelang puncak permintaan kurban.

Menurutnya, permintaan kambing kurban mulai meningkat sejak sepekan terakhir menjelang Idul Adha. Meski demikian, stok hewan masih dapat dipenuhi melalui kerja sama dengan peternak dari Gorontalo, Bolaang Mongondow Raya, dan wilayah sekitar Sulawesi Utara.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Ia juga memastikan ketersediaan stok tetap aman dengan sistem suplai tambahan jika terjadi lonjakan permintaan menjelang hari raya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....