jelang Idul Adha, Harga Kambing Kurban di Manado Tembus Rp4 Juta per Ekor

  • 19 Mei 2026 18:30 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Menjelang Hari Raya Idul Adha, aktivitas perdagangan hewan kurban di Kota Manado mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Sejak sepekan terakhir, permintaan masyarakat terhadap kambing kurban terus merangkak naik. Namun, para peternak membeberkan bahwa pergerakan harga komoditas hewan kurban tahun ini cukup menantang karena turut dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar dolar.

Pemilik peternakan kambing di Loreng, Kelurahan Bailang, kecamatan Bunaken, Manado, sekaligus anggota Juru Sembelih Halal (Juleha) Kota Manado, Faisal Salim, mengungkapkan bahwa kenaikan harga sudah mulai terasa seiring melonjaknya permintaan sejak satu minggu lalu.

"Dari minggu lalu itu sudah mulai naik permintaan. Dan harga itu, ternyata harga juga mengikuti dolar," ujar Faisal saat ditemui di lokasi peternakannya, Selasa, 19 Mei 2026.

Pemilik peternakan kambing di Loreng, Kelurahan Bailang, kecamatan Bunaken, Manado, sekaligus anggota Juru Sembelih Halal (Juleha) Kota Manado, Faisal Salim, saat ditemui pada Selasa, 19 Mei 2026. (Foto: RRI/ Noni).

Faisal menjelaskan, pada hari biasa harga kambing jantan standar berada di kisaran Rp3 juta. Namun, khusus untuk kebutuhan kurban, harganya terkerek naik menjadi Rp4 juta per ekor untuk kambing yang sudah memenuhi syarat syariat, yakni berusia minimal dua tahun dengan kondisi fisik yang bagus. Bahkan untuk kambing dengan bobot jumbo, harganya bisa menembus angka Rp8 juta hingga Rp10 juta per ekor.

Meski mengalami kenaikan harga, Faisal mengakui volume penjualan tahun ini terpantau sedikit menurun jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Kendati demikian, ia tetap optimistis grafik penjualan akan terus bergerak positif seiring makin dekatnya hari raya.

"Penjualan lebih banyak tahun lalu, tahun sekarang kayaknya agak turun sedikit sih. Tapi biasanya, semakin mendekati hari-H, penjualan juga akan semakin bagus, bahkan sampai H plus satu itu masih ada penjualan kita untuk kurban," katanya menambahkan.

Menariknya, pasar hewan kurban di Manado ini tidak hanya melayani konsumen lokal. Berkat jaringan pelanggan yang luas, pesanan yang masuk ke peternakannya datang dari berbagai penjuru wilayah Sulawesi Utara hingga luar provinsi, termasuk kawasan pesisir dan kepulauan.

"Pembelian rata-rata dari daerah Bolmong Raya, Gorontalo, terus juga Likupang, sampai pulau-pulau. Pokoknya semua yang kebetulan sudah kenal dengan kami, jadi mereka tinggal telepon," kata Faisal.

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan yang biasanya memuncak menjelang hari penyembelihan, Faisal memastikan ketersediaan stok di kandangnya tetap aman. Pihaknya selalu menyiagakan minimal 10 ekor di kandang dan akan langsung mendatangkan pasokan tambahan dari para peternak mitra di Gorontalo, Likupang, serta Bolaang Mongondow Raya jika stok mulai menipis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....