Kakanwil Ditjenpas Sulut Dukung Program Ketahanan Pangan di Lapas Tondano

  • 19 Mei 2026 12:17 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Minahasa - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tondano menerima kunjungan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Utara, Haposan Silalahi, dalam rangka meninjau pengembangan program pembinaan kemandirian warga binaan melalui sektor peternakan.

Kedatangan Haposan disambut langsung Kepala Lapas Kelas IIB Tondano, Yulius Jum Hertantono, bersama jajaran pejabat struktural dan pegawai.

Dalam kunjungan tersebut, Kakanwil meninjau langsung lahan di lingkungan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Tondano yang direncanakan menjadi lokasi pengembangan peternakan ayam petelur. Program ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan Lapas Tondano menjalankan peternakan ayam pedaging sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan.

Pengembangan peternakan ayam petelur itu juga menjadi bagian dari dukungan terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian pangan di lingkungan pemasyarakatan.

Saat peninjauan, Haposan melihat kondisi lahan sekaligus berdiskusi mengenai kesiapan area peternakan, sarana pendukung, hingga rencana pengembangan program ke depan. Kehadiran peternakan ayam petelur diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan produktif bagi warga binaan sekaligus memberi manfaat berkelanjutan.

“Program seperti ini harus terus didorong dan dikembangkan. Selain mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan agar memiliki kemampuan dan kemandirian yang bermanfaat ketika kembali ke masyarakat,” ujar Haposan.

Sementara itu, Yulius Jum Hertantono menegaskan pengembangan program di lingkungan SAE merupakan bentuk komitmen Lapas Tondano dalam menghadirkan pembinaan yang berorientasi pada keterampilan dan penguatan kemandirian warga binaan.

Melalui program tersebut, Lapas Tondano diharapkan tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga ruang pengembangan keterampilan produktif yang dapat menjadi bekal bagi warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....