Kesaksian Komdan Tende: Isyarat Flashlight Korban Kebakaran di Mega Mall
- 18 Mei 2026 09:04 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Suasana malam Minggu di kawasan bisnis Megamas Manado yang semula meriah seketika berubah menjadi kepanikan luar biasa pada Sabtu, 16 Mei 2026 malam sekitar pukul 20.45 WITA. Pusat perbelanjaan Megamall Manado hangus terbakar justru di saat kawasan pesisir Boulevard tersebut sedang dipadati ribuan warga yang menikmati kuliner akhir pekan dan menghadiri konser musik di Pohon Kasih.
Di tengah situasi chaos tersebut, sebuah aksi penyelamatan dramatis dilakukan oleh petugas gabungan. Manuel Tendean, atau yang akrab disapa Komdan Tende, Bintara Polri dari Unit Resmob Mapolres Manado yang juga dikenal luas sebagai polisi kreator, membagikan kesaksiannya yang mencekam saat mencoba menembus kobaran api demi menyelamatkan korban yang terjebak.
Menembus Kepulan Asap Pekat
Komdan Tende menceritakan, saat pertama kali ia dan tim tiba di lokasi, kobaran api belum terlihat jelas dari luar. Namun, bagian dalam gedung bertingkat yang berlokasi di Kelurahan Wenang Selatan itu sudah dipenuhi oleh asap hitam yang sangat tebal.
Nekat demi kemanusiaan, Komdan Tende bersama tim pemadam kebakaran (Damkar) dan petugas lainnya mencoba merangsek naik ke area atas gedung. Di sanalah, sebuah momen memilukan sekaligus menegangkan terjadi. Ia sempat melihat secercah harapan bahwa korban di dalam gedung masih dalam kondisi bernyawa.
"Tadi saya melihat saat korban masih hidup. Ada cahaya flashlight (lampu ponsel) dari dalam. Saat kami datang ke lokasi, flashlight-nya masih hidup dan bergerak," ungkap Komdan Tende kepada wartawan di lokasi kejadian.
Terkendala Suhu Panas Ekstrem dan Mata Perih
Sayangnya, upaya untuk mendekati posisi korban dihadang tembok tak kasat mata berupa suhu panas yang ekstrem dan asap yang menyengat. Jarak pandang yang nihil dan rasa perih yang menyiksa mata memaksa tim untuk mundur perlahan demi keselamatan taktis.
"Asapnya pedis sekali dan tebal. Kami langsung cari tempat yang aman dulu. Namun saat kami turun, api sudah membesar. Tapi sebelum kami turun, flashlight sempat mati," katanya dengan nada berat.
Komdan Tende menambahkan bahwa sumber api pertama belum bisa dipastikan, karena konsentrasi asap pekat sudah lebih dulu menguasai ruangan sebelum api akhirnya mengamuk dan membesar setelah petugas sempat turun dari area atas.
"Saya sempat melihat flashlight dari korban, namun kita kesulitan untuk menerobos ke atas karena kobaran api masih sangat besar. Di dalam dipenuhi asap pekat dan panas," ujarnya.
Terjebak di Pusat Keramaian Malam Minggu
Lokasi Megamall yang sangat strategis, membuat dampaknya malam itu sangat terasa. Terlebih, posisi mall berada di jantung perputaran ekonomi dan kuliner warga Manado.
Kondisi jalur evakuasi dan lalu lintas di sekitar Jalan Piere Tendean Boulevard sempat mengalami kepadatan luar biasa akibat bertumpuknya volume kendaraan warga yang sedang menghabiskan malam minggu, penonton konser di Pohon Kasih, serta armada Damkar yang hilir mudik mencoba menjinakkan si jago merah.
Hingga kini, pihak kepolisian dan tim terkait masih melakukan penyelidikan mendalam guna mengetahui penyebab pasti kebakaran serta mendata total kerugian materiil akibat insiden maut di pusat kota Manado tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....