Java Culture Fest Boltim 2026 Resmi Ditutup, Oskar Manoppo Gaungkan Kebersamaan
- 17 Mei 2026 16:21 WIB
- Manado
RRI.CO.ID: Boltim – Gelaran Java Culture Fest (JCF) Bolaang Mongondow Timur Tahun 2026 resmi ditutup oleh Bupati Boltim Oskar Manoppo SE MM bersama Wakil Bupati Argo V. Sumaiku, Sabtu (16/05/2026) malam.
Penutupan festival budaya tahunan tersebut berlangsung meriah di Lapangan Arjuna Purworejo dan dipadati masyarakat dari berbagai wilayah.
Suasana penutupan terasa semarak sejak sore hari. Rangkaian acara diawali dengan Kirab Akbar yang menampilkan nuansa budaya Jawa yang kental, kemudian dilanjutkan prosesi penjemputan adat kepada Bupati dan Wakil Bupati bersama rombongan pemerintah daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP-PKK Boltim Ny. Rosita Manoppo Pobela SE MSi, Staf Ahli I TP-PKK Boltim Ny. Lucia K. Mokoginta Amd Kep, Sekretaris Daerah Boltim bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan, unsur Forkopimda, para camat, sangadi, hingga perwakilan Pemerintah Kota Kotamobagu.
Dalam sambutannya, Bupati Oskar Manoppo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Java Culture Fest 2026.
Menurutnya, festival budaya bukan hanya menjadi ruang hiburan masyarakat, tetapi juga wadah memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman suku dan budaya di Bolaang Mongondow Timur.
“Perbedaan suku, budaya, dan tradisi bukan penghalang untuk hidup berdampingan. Justru itulah kekuatan besar untuk membangun daerah yang harmonis dan maju bersama,” ujar Oskar di hadapan ribuan pengunjung.
Bupati juga menjelaskan filosofi tema JCF tahun ini, yakni “Gangsal Angsal”. Kata “Gangsal” melambangkan angka lima yang memiliki makna keseimbangan dalam budaya Jawa, sedangkan “Angsal” berarti memperoleh hasil dari usaha, doa, dan pengorbanan.
Nilai tersebut diterjemahkan melalui lima semangat utama dalam pelaksanaan JCF 2026.
Pertama, Angsal Berkah yang diwujudkan melalui doa bersama dan tradisi adat.
Kedua, Angsal Kawruh melalui workshop budaya dan edukasi tradisi.
Ketiga, Angsal Rejeki lewat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Pasar Kangen, kuliner, dan ekonomi kreatif.
Selanjutnya, Angsal Seneng yang menghadirkan hiburan rakyat dan pertunjukan seni budaya, serta Angsal Paseduluran yang menekankan pentingnya mempererat persaudaraan dan gotong royong masyarakat.
Menurut Oskar Manoppo, pelaksanaan Pasar Kangen selama enam hari memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi pelaku UMKM lokal. Perputaran ekonomi dari sektor kuliner, kerajinan tangan, hingga pariwisata disebut mengalami peningkatan signifikan selama festival berlangsung.
Ia menilai semangat kebersamaan yang tercipta dalam JCF sangat selaras dengan falsafah masyarakat Bolaang Mongondow Timur, yakni “Mototompia’an, Mototabia’an, bo Mototanoban” yang berarti saling memperbaiki, saling menyayangi, dan saling mengingatkan.
Menjelang akhir sambutannya, Oskar Manoppo mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan dan terus merawat budaya gotong royong di tengah kehidupan sosial masyarakat.
Suasana penutupan semakin hangat ketika Bupati membawakan pantun Jawa-Indonesia dari atas panggung yang langsung disambut tepuk tangan warga.
“Mangan pecel dipinggir jalan, estehnya diminum pelan-pelan. Terima kasih sedulur semua yang sudah hadir dan bertahan. JCF pamit, sampai ketemu tahun depan,” ucapnya.
Usai sambutan, Bupati dan Wakil Bupati melakukan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan. Keduanya kemudian ikut menghibur masyarakat dengan menyanyikan sejumlah lagu Jawa bernuansa dangdut bersama Ketua TP-PKK dan Staf Ahli TP-PKK Boltim.
Tak hanya itu, rombongan pemerintah daerah juga mengunjungi stand desa-desa peserta festival sambil mencicipi aneka kuliner khas Jawa yang disajikan kepada pengunjung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....