Etika Konvoi Duka , Polisi Imbau Tertib di Jalan
- 15 Mei 2026 16:44 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Etika berkendara dalam konvoi duka di Kota Manado menjadi perhatian serius aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan. Hal ini menyusul masih ditemukannya praktik iring-iringan yang tidak sesuai aturan, sehingga kerap mengganggu arus lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan lain.
Wakasat Lantas Polresta Manado, Noviandi Hiola, menegaskan bahwa konvoi jenazah memiliki aturan jelas dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Ia menjelaskan bahwa kendaraan jenazah seharusnya berada di posisi utama iring-iringan, bukan tertinggal di belakang rombongan.
“Yang terjadi di lapangan justru sering terbalik, iring-iringan berada di depan sementara kendaraan jenazah tertinggal jauh di belakang. Ini yang kami tertibkan karena dapat menimbulkan gangguan lalu lintas,” ujar Noviandi, Rabu, 13 Mei 2026.
Sementara itu, Kabid Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan Kota Manado, Irwan, menegaskan bahwa konvoi duka merupakan bagian dari budaya masyarakat, namun tetap harus mengikuti aturan keselamatan di jalan.
“Prioritas itu ada, tetapi bukan berarti bebas tanpa aturan. Semua pengguna jalan wajib mengutamakan keselamatan bersama,” kata Irwan.
Ia juga menjelaskan bahwa pengawalan resmi dalam konvoi jenazah idealnya dilakukan oleh kepolisian, dengan posisi kendaraan jenazah di depan, diikuti rombongan, serta pengaturan lalu lintas oleh petugas di lapangan. Dishub juga memiliki tim pengurai kemacetan yang siap membantu jika terjadi kepadatan arus.
Dalam kesempatan yang sama, kepolisian juga menyoroti penggunaan sirene dan strobo oleh kendaraan pribadi yang tidak sesuai aturan. Noviandi menegaskan bahwa perangkat tersebut hanya boleh digunakan oleh kendaraan tertentu seperti ambulans, pemadam kebakaran, serta aparat penegak hukum.
“Jika ditemukan kendaraan pribadi menggunakan sirene atau strobo, kami akan lakukan penindakan dan meminta alat tersebut dicabut,” katanya menegaskan.
Pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan berharap masyarakat dapat lebih disiplin dalam pelaksanaan konvoi duka, sehingga tradisi penghormatan terakhir tetap berjalan dengan tertib tanpa mengganggu ketertiban lalu lintas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....