BPBD Bitung Andalkan Grup ‘Bitung Tangguh’ Percepat Informasi Bencana

  • 12 Mei 2026 16:10 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung terus memperkuat sistem diseminasi informasi bencana geologi untuk memastikan peringatan dini sampai ke masyarakat secara cepat. Salah satu inovasi utama yang menjadi andalan adalah optimalisasi grup koordinasi digital bernama "Bitung Tangguh".

Kepala BPBD Kota Bitung, Fivy Yurico Kadeke, mengungkapkan bahwa wilayah Bitung memiliki potensi bencana geologi yang sangat lengkap. Oleh karena itu, sinergi lintas instansi dalam penyebaran informasi menjadi kebutuhan mendasar bagi pemerintah setempat.

"Di Kota Bitung kami sudah punya grup WA namanya Bitung Tangguh. Semua stakeholder kebencanaan masuk di situ, mulai dari PVMBG, BMKG, hingga PLN, serta seluruh camat dan lurah se-Kota Bitung," ujar Fivy usai mengikuti kegiatan sosialisasi mitigasi bencana geologi di Manado, Selasa, 12 Mei 2026.

Fivy menjelaskan, melalui grup tersebut, setiap informasi terbaru dari Badan Geologi maupun lembaga terkait dapat langsung diteruskan oleh para camat dan lurah kepada warganya masing-masing. Langkah ini dinilai efektif untuk memangkas birokrasi informasi di saat situasi darurat.

Meski demikian, Fivy mengakui bahwa mengedukasi masyarakat di masa tenang tetap menjadi tantangan terbesar. Menurutnya, respons masyarakat cenderung lambat jika peringatan disampaikan saat bencana belum terlihat secara visual.

"Paling susah itu menyampaikan informasi di saat tidak terjadi bencana. Kalau ada gempa atau peringatan tsunami, warga langsung bergerak. Tapi kalau potensi hujan lebat atau peringatan dini lainnya, itu masih kurang ditanggapi," katanya menambahkan.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, BPBD Bitung menerapkan langkah proaktif dengan melakukan komunikasi langsung. Selain melalui pesan singkat, petugas akan menelepon langsung para pengampu wilayah seperti lurah dan camat untuk memastikan peringatan dini segera ditindaklanjuti.

Terkait infrastruktur keselamatan, Fivy menambahkan bahwa untuk saat ini jalur evakuasi di Kota Bitung masih merujuk pada pemetaan sebelumnya. Pihaknya juga terus memantau hasil penyelidikan geologi di wilayah-wilayah khusus, termasuk rekomendasi teknis yang telah dikeluarkan untuk wilayah Pulau Lembeh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....