Viral Penemuan King Cobra di Langowan, BKSDA Sulut Beri Penjelasan Ilmiah
- 11 Mei 2026 15:10 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan unggahan video yang menyebutkan kemunculan ular jenis King Cobra di wilayah Langowan, Kabupaten Minahasa. Narasi yang beredar menyebutkan warga Desa Karondoran menemukan reptil sepanjang 2 meter di area perkebunan, yang memicu kekhawatiran masyarakat akan keselamatan mereka saat beraktivitas.
Menanggapi hal tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara (Sulut) memberikan klarifikasi penting. Pihak BKSDA menyatakan bahwa secara historis dan pendataan satwa, spesies King Cobra (Ophiophagus hannah) sebenarnya tidak memiliki catatan habitat asli di daratan Sulawesi.
“Kalau untuk kobra biasa memang penyebarannya ada di Sulawesi. Tapi untuk jenis King Cobra, kami tidak ada data bahwa itu ada di Sulawesi Utara ataupun di Sulawesi secara umum. Kami tidak pernah melakukan pendataan terkait sebaran King Cobra untuk wilayah ini,” kata Polisi Kehutanan BKSDA Sulut, Arlen, saat ditemui di Kantor BKSDA Sulut, Senin, 11 Mei 2026.
Arlen menjelaskan, sering terjadi salah identifikasi oleh masyarakat karena kemiripan bentuk atau ukuran satwa. Munculnya ular di area perkebunan atau pemukiman warga biasanya disebabkan oleh pola mencari makan untuk bertahan hidup (survive), terutama jika habitat asli mereka mulai terganggu oleh aktivitas manusia atau perambahan hutan.
“Seharusnya jika berada di alam, biarkan saja atau cukup dihalau. Habitatnya memang di hutan, jangan langsung ditangkap atau dibunuh. Pola ular adalah mencari makan, mereka tidak akan menetap di satu tempat jika habitatnya masih terjaga,” katanya menambhakan.
BKSDA Sulut pun mengimbau warga, khususnya di wilayah Langowan, untuk tidak panik namun tetap waspada. Jika kembali menemukan satwa liar yang dianggap berbahaya, masyarakat diminta segera menghubungi call center resmi BKSDA Sulut di nomor 0821 8700 0505 agar penanganan dapat dilakukan secara profesional tanpa membahayakan nyawa manusia maupun satwa tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....