Wacana Penghapusan Honorer 2027, Guru di Manado Minta Pemerintah Kaji Ulang

  • 08 Mei 2026 13:25 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Kebijakan pemerintah yang berencana meniadakan tenaga honorer pada tahun 2027 mendatang memicu gelombang kekecewaan di sektor pendidikan. Sejumlah pengajar di SMA Negeri 9 Manado mengaku kecewa, lantaran pengabdian mereka selama ini dianggap belum mendapat ganjaran status yang layak.

Ketidakpastian ini dirasakan langsung oleh Luthfi, seorang guru honorer yang telah bertahun-tahun mengajar. Ia menilai pemerintah seharusnya melihat loyalitas para guru yang tetap bertahan meski di tengah keterbatasan.

"Sangat disayangkan karena kami sudah mengabdi cukup lama, tapi hingga kini masa depan dan kepastian status kami masih menggantung," kata Luthfi.

Kekecewaan serupa diutarakan Rendi, yang juga berstatus honorer. Ia menyoroti kontradiksi antara syarat administrasi dan kenyataan di lapangan. Menurutnya, banyak guru telah melewati masa pengabdian wajib untuk masuk ke Data Pokok Pendidikan (Dapodik), namun kini justru terancam kehilangan pekerjaan.

Rendi, salah satu guru honorer di SMA N 9 Manado. (Foto: RRI/ Noni).

"Untuk masuk Dapodik ada syarat pengabdian satu sampai dua tahun. Kami sudah melewati waktu itu, tapi tiba-tiba muncul wacana penghapusan. Tentu ini mengecewakan," ucap Rendi.

Kondisi ini kian pelik karena belum adanya titik terang mengenai kuota rekrutmen CPNS maupun PPPK untuk formasi guru di masa depan. Tanpa skema transisi yang jelas, penghapusan honorer dikhawatirkan bakal memukul kualitas pelayanan pendidikan di sekolah-sekolah.

Para guru berharap, pemerintah pusat tidak sekadar melakukan penataan birokrasi, tetapi juga memberikan solusi konkret bagi mereka yang sudah terlanjur berdedikasi demi kecerdasan bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....