Kearifan Lokal Mongondow Jadi Sorotan dalam Kegiatan Lokakarya di Kotamobagu

  • 08 Mei 2026 08:36 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Kotamobagu - Nilai-nilai kearifan lokal masyarakat mongondow kembali ditegaskan sebagai fondasi penting dalam membangun kerukunan umat beragama. Hal itu mengemuka dalam lokakarya bertajuk “Pengayaan Wacana Agama dan Keragamaan” yang digelar oleh Indonesia Consortium for Religious Studies bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kota Kotamobagu, pada Rabu 6 Mei 2026, di aula Kantor Kemenag Kotamobagu.

Dalam sesi pemaparan materi, Natalia Olivia salah satu dosen IAKN Manado, menyoroti pentingnya pendekatan agama yang berpijak pada nilai-nilai lokal dalam membangun perdamaian. Ia mengangkat filosofi masyarakat Bolaang Mongondow, Mototompiaan,Mototabian,Dan Mototanoban sebagai contoh nyata kearifan yang relevan dalam menjaga harmoni sosial.

“Mototompian mengandung makna baku bae, Mototabuan yang artinta baku sayang, dan Mototanoban baku inga. Ini bukan sekadar ungkapan, tetapi pedoman hidup masyarakat dalam menjaga hubungan sosial yang rukun dan damai,” Ujar Natalia

Menurutnya, nilai-nilai tersebut perlu terus dihidupkan dalam kehidupan beragama, terutama di tengah masyarakat mongondow yang majemuk. Pendekatan berbasis budaya lokal dinilai mampu memperkuat sikap saling menghargai dan toleransi antarumat beragama.

Kegiatan lokakarya ini diikuti oleh para penyuluh Lintas agama, peserta dibekali dengan berbagai perspektif tentang penguatan moderasi beragama serta strategi membangun narasi damai di tengah keberagamaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....