Ibadah Syukur Penamatan 20 Siswa Kelas XII SMA Kristen YPKM GMIM Manado

  • 06 Mei 2026 16:10 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Ibadah Syukur Penamatan 20 peserta didik Kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026 SMA Kristen YPKM GMIM Manado dipimpin oleh Pdt. Djefry Saisab, S.Th, M.Si .

Pdt. Djefry Saisab yang juga Wakil Sekretaris Koordinator Program Antar Komisi Pelayanan Kategorial dan Lansia BPMS GMIM, dalam khotbahnya menegaskan, hari penamatan adalah hari yang dijadikan Tuhan.

“Pertama, inilah hari yang dijanjikan Tuhan. Jadi perjuangan selama ini apakah sungguh-sungguh atau lalai, tapi yang pasti Tuhan mengizinkan hari ini, hari yang dijadikan Tuhan, kelas XII SMA Kristen YPKM GMIM Manado boleh melaksanakan penamatan,” ujarnya.

“Kedua, marilah kita bersorak-sorai. Artinya mari beribadah syukur buat Tuhan. Sebab kalau terjadi seperti ini bukan karena kuat dan gagah perkasanya kamu, bukan karena hebat kepala sekolah dan staf pengajar, melainkan semua karena Tuhan,” tambahnya.

Ia berpesan agar siswa tetap bersukacita karena Kristus atas kelulusan dan penamatan ini.

“Selama anda sudah punya Yesus, anda sudah punya keselamatan. Kata Yesus, Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Karena kalian masih muda, ingat pesan firman Tuhan, Alfa dan Omega,” kata Pdt. Djefry.

“Ya Tuhan berilah kiranya kemujuran, karena yang mengatur kemujuran bukan manusia tetapi datang dari Tuhan. Apapun yang terjadi ke depan, ingatlah dan jagalah iman kita untuk Tuhan Yesus Kristus saja. Karena lulus di YPKM Manado, identitas Kristus melekat,” lanjutnya.

Pdt. Djefry Sth yang juga Pengawas Sekolah YPKM Manado berpesan agar alumni tidak melupakan almamater.

“Jangan lupa almamater. Ada ketua yayasan dan pengurus. Berarti di dalamnya jangan lupa torang pe SMAKer YPKM GMIM Manado,” pesannya.

Ibadah syukur penamatan turut dihadiri Ketua Yayasan Pdt. Florence Monigir Laoh, Kepala SMK Kristen YPKM GMIM Manado Telly Henny Lumolos,S.Pd, M.Si, Kepala Sekolah SMP Kristen YPKM GMIM Manado Kely Kumendek, guru, staf tata usaha, orang tua murid, dan undangan.

Di tempat yang sama, Kepala SMA Kristen YPKM GMIM Manado, Dra. Eva Palenewen, M.Si, mengatakan hari penamatan adalah waktu yang dijanjikan Tuhan.

“Seperti pada khotbah yang disampaikan Pdt. Djefry Saisab tadi, Tuhan menetapkan hari untuk kita semua, khususnya kelas XII tahun pelajaran 2025/2026, kita bersama-sama dalam acara penamatan saat ini,” kata Eva.

“Lewat acara penamatan ini terlihat di raut wajah siswa bersama orang tua, rasa bahagia, rasa senang. Karena selama tiga tahun kalian ditempa di SMA Kristen YPKM GMIM Manado, itu waktu yang tidak pendek,” ujarnya.

Menurutnya, banyak hal yang didapat siswa selama tiga tahun, baik positif maupun negatif. Semua itu menjadi proses pendidikan mental dan spiritual.

“Andalkan Tuhan di manapun berada. Pendidikan spiritual di SMA Kristen YPKM GMIM Manado diutamakan. Setiap hari kita ibadah, dan ibadah tersebut diserahkan kepada semua siswa,” ungkapnya.

“Anak-anakku yang saya banggakan, perjalanan kalian tidak berhenti di tempat. Harus mampu melewati semua tantangan dan peluang yang ada,” tutup Eva.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....